Wednesday, February 10, 2016

9 Permasalahan dan Solusi Seputar VerVal Inpassing Kemenag

Verval Inpassing Guru Bukan PNS Kemenag telah dibuka. Pemilik SK Inpassing dapat melakukan VerVal Inpassing melalui akun PTK di layanan Simpatika masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, sebagaimana hal-hal baru lainnya, pasti menimbulkan berbagai pertanyaan terkait permasalahan yang dihadapi oleh PTK. Sedangkan untuk syarat dan cara melakukan verval Inpassing silakan baca artikel sebelumnya.

Untuk memudahkan, pembahasan permasalahan seputar VerVal Inpassing ini akan dibuat selayaknya tanya jawab yang terdiri atas contoh kasus dan solusi yang bisa dilakukan.

Kasus dan Solusi VerVal Inpassing


Permasalahan Solusi VerVal Inpassing


Berikut adalah berbagai permasalahan (kasus dan kendala) beserta jawaban dan solusinya.

Kasus #1, Tidak Memiliki SK Inpassing


Pendidik yang tidak memiliki SK Inpassing apakah harus melakukan VerVal Inpassing?

Solusi:

VerVal Inpassing diselenggarakan sebagai proses verifikasi dan validasi keabsahan (asli atau tidak) SK Inpassing yang dipunyai oleh setiap pendidik di naungan Kementerian Agama. Jika tidak memiliki SK Inpassing terus apa yang akan diverval (dicek asli atau tidaknya). 

Jadi guru yang tidak memiliki SK Inpassing tidak perlu melakukan VerVal Inpassing. Guru-guru ini, saat masuk ke dasbor PTK di layanan Simpatika dan melihat ada menu 'Verval Inpassing' cukup dilihat saja.

Kasus #2, PNS


Seorang guru mendaftar mengikuti Inpassing pada pendataan yang dilakukan beberapa tahun silam (katakanlah tahun 2010). Empat tahun kemudian (2014) guru tersebut diangkat sebagai guru PNS. Tahun 2015, terbitlah SK Inpassing. Apakah guru tersebut harus mengikuti VerVal Inpassing?

Solusi:

Inpassing merupakan proses penyetaraan kepangkatan, golongan, dan jabatan fungsional Guru Bukan PNS (GBPNS) dengan kepangkatan, golongan, dan jabatan guru Pegawai Negeri Sipil. Sehingga Inpassing hanya berlaku bagi Guru Bukan PNS (GBPNS). Dengan kata lain, Inpassing bagi yang kemudian diangkat menjadi guru PNS otomatis gugur.

Jadi, meskipun memiliki SK Inpassing, guru PNS tidak perlu melakukan VerVal Inpassing.

Kasus #3, Terdaftar Inpassing tetapi Tidak Memiliki SK Inpassing


Kasusnya seorang pendidik sudah Inpassing tetapi belum menerima SK Inpassing. Pendidik tersebut hanya diberikan Nomor SK, TMT Inpassing, Jabatan, Pangkat, dan Golongan Ruang, dan Jumlah Angka Kredit.

Lho kok bisa?

Intinya pendidik tersebut mengetahui status Inpassingnya berdasarkan sebuah daftar. Namun SK Inpassingnya belum diberikan alias belum diterima. Dimungkinkan karena satu dan lain hal SK tersebut terlambat dibagikan.

Solusi:

Pendidik yang belum menerima SK Inpassing tetap tidak dapat mengikuti verval Inpassing. Karena dalam proses verval harus mengunggah file hasil scan (pindai) SK Inpassing. File ini nanti yang menjadi salah satu bukti persetujuan VerVal baik di tingkat Admin Penmad (Kab/Kota), Kanwil Kemenag, maupun Dirjen Pendis.

Jika tidak memiliki SK Inpassing, kemudian apa yang harus discan dan diunggah ke dalam sistem? Tentunya tidak bisa digantikan dengan Surat Keterangan dari RT.

Kasus #4, Verval Ditutup Sementara


Saat hendak melakukan VerVal di layanan Simpatika, PTK disambut dengan pesan, Mohon Maaf, VerVal Inpassing untuk periode semester tahun ini, sementara ditutup.

Solusi:

Kasus seperti ini lumayan banyak terjadi. Hal ini diakibatkan oleh cache browser dalam komputer yang dipergunakan. 

Solusi permasalahan ini ada beberapa, pilih salah satu:
  1. Bersihkan cache (tembolok), riwayat, dan data browser yang digunakan. Caranya:
    1. Pada browser Google Chrome:
      1. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
      2. Klik 'Alat Lainnya'
      3. Klik 'Hapus data penjelajahan'
      4. Muncul kotak dialog 'Hapus data penjelajahan'
      5. Centang pada jenis informasi (terutama 4 jenis teratas)
      6. Klik 'Hapus data penjelajahan'
      7. Restat (tutup lalu buka lagi) browser Anda
    2. Pada browser Firefox:
      1. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
      2. Klik 'Options' atau 'Pengaturan'
      3. Terbuka tab pengaturan firefox
      4. Klik 'Advanced' atau 'Canggih'
      5. Klik 'Network' atau 'Janringan'
      6. Pada bagian 'Cached Web Conten' atau 'Konten Web Tembolok' klik 'Clear Now' atau 'Bersihkan Sekarang'
      7. Restat browser Anda
  2. Gunakan browser lainnya. Jika pesan VerVal Ditutup muncul di firefox, cobalah buka dengan chrome, opera, atau browser lainnya.
  3. Gunakan mode penyamaran pada browser dengan mengaktifkan "Jendela Browser Pribadi"; "Jendela penyamaran" atau "Mode Incognito"
  4. Gunakan komputer atau laptop lainnya

Dengan menggunakan salah satu dari empat pilihan di atas, dijamin peringatan VerVal Ditutup akan hilang. Kecuali jika memang benar-benar terjadi perbaikan sistem dari admin pusat.

Kasus #5, Gagal Mengunggah Hasil Scan SK Inpassing


Semua sudah benar tinggal mengunggah hasil scan SK Inpassing atau malah tinggal mengklik perintah 'Simpan & Cetak Surat Ajuan' tetapi malah gagal mengunggah file scan SK Inpassing. Atau muncul pesan "Data scan file tidak ditemukan".

Solusi:

Scan SK Inpassing dan simpan dalam format JPG, JPEG, PNG, atau GIF. Ukuran file harus antara 200 KB hingga 1 MB. Jangan lebih dan jangan kurang.

Dan jangan lupa, pastikan resolusi yang digunakan adalah 96 dpi.

Kasus #6, Data Dalam SK Inpassing Sudah Berubah


Karena dinamika pendidik, data dalam SK Inpassing bisa saja sudah mengalami perubahan. Semisal di dalam SK Inpassing satuan pendidikannya masih tertulis di MI Miftahul Falah, padahal pendidik tersebut saat ini telah melakukan mutasi ke MI Tarbiyatusy Syubban. Atau bisa terjadi jenis mata pelajaran yang tertulis dalam SK Inpassing tidak sesuai dengan mata pelajaran sertifikasi.

Satuan pendidikan mana yang harus ditulis? MI Miftahul Falah ataukah MI Tarbiyatusy Syubban?

Solusi:

Tulis data sesuai dengan yang tercantum dalam SK Inpassing.

Lha, datanya ntar jadi gak sesuai?

Untuk urusan perubahan data (mengganti sesuai yang benar) nanti menggunakan proses Ajuan Perubahan Data (S12). Namun setelah masa VerVal Inpassing 2016 ini selesai.

Kasus #7, Data Dalam SK Inpassing Salah


Banyak pendidik yang kaget karena saat menerima SK Inpassing ternyata data yang tertulis di dalamnya terdapat kesalahan. Semisal:
  1. kesalahan penulisan pada tanggal lahir (11 Desember 1979 ditulis 12 November 1979) 
  2.  kesalahan penulisan nama madrasah (yang seharusnya MTs. Al Islah tertulis MTs. Al Islam)

Yang mana yang harus ditulis? Sesuai yang tertera di SK ataukah yang sebenarnya?

Solusi:

Tulis data sesuai dengan data yang benar.

Berikut hasil screen shoot jawaban CS Siap



Kasus #8, Tidak Ada Pilihan Guru Kelas


Saat memilih jenis guru dalam isian VerVal Inpassing tidak tersedia pilihan Guru Kelas MI dan Guru Kelas RA. Yang tersedia hanyalah Guru Mata pelajaran, Guru BK, dan Guru BK-TIK. Bagaimana bagi guru Kelas RA dan Guru Kelas MI. Apa yang harus dipilih?

Solusi:

Pada awal-awal dibukanya fitur VerVal Inpassing, pilihan yang muncul memang hanya tiga jenis guru. Ketiganya adalah Guru Mata pelajaran, Guru BK, dan Guru BK-TIK. Namun mulai Rabu Siang, Admin Simpatika Pusat telah melakukan eskalasi atau penambahan pilihan menjadi empat jenis yaitu:

  1. Guru Kelas
  2. Guru Mata Pelajaran
  3. Guru BK
  4. Guru BK-TIK

Tetapi punya saya kok masih tiga pilihan saja?

Kalau yang muncul masih tetap tiga pilihan (tanpa adanya Guru Kelas), dimungkinkan karena cache browser komputer. Lakukan hal seperti yang tertera pada solusi Kasus #4 di atas. Yaitu:
  1. Bersihkan cache (tembolok) browser
  2. Gunakan browser lainnya
  3. Gunakan mode penyamaran pada browser
  4. Gunakan komputer atau laptop lain

Kasus #9, Riwayat Inpassing di Portofolio Tetap Kosong


Verval sudah berhasil, S31a sudah disetor ke admin Kabupaten/Kota, bahkan S31b sudah diterima, tetapi Riwayat Inpassing di Portofolio masih tetap kosong?

Solusi:

Kasus tersebut sebenarnya bukan masalah.

Lho?

Data Riwayat Inpassing akan terisi otomatis jika VerVal tersebut telah disetujui oleh Admin Ditjen Pendis Kemenag Pusat. Dan itu tentunya memerlukan waktu karena VerVal Inpassing ini dilakukan secara berjenjang mulai dari Admin Penmad Kab./Kota, Admin Kanwil Kemenag, dan Admin Dirjen Pendis Kemenag Pusat.

Sehingga solusi dari kasus tidak munculnya data Riwayat Inpassing di Portofolio ini hanyalah satu: sabar!

Rekan-rekan guru, operator madrasah, dan Kepala Madrasah se-Indonesia, itulah 9 kasus atau permasalahan yang muncul dalam VerVal Inpassing dan solusi pemecahannya.

Semoga bermanfaat. Salam Simpatika!
TULIS KOMENTAR DENGAN MENGGUNAKAN FACEBOOK
Tulis Komentar, klik di Sini

0 comments