Tuesday, September 27, 2016

Kenapa Masih Tidak Linier Juga?

Kenapa masih tidak linier?, Ini menjadi sebuah pertanyaan yang paling menakutkan bagi Operator Madrasah dan PTK terkait dengan layanan Simpatika. Linier menjadi sangat diharap-harapkan. Setelah selesai mengisi Jadwal Mengajar Mingguan, Mengelola Siswa, menetapkan Pejabat Madrasah dan Tugas Tambahan, serta lain sebagainya, kata 'linier' dalam Analisa Tunjangan sangat diharapkan. Namun tidak sedikit yang muncul kemudian justru sebaliknya, 'tidak linier'.

Status tidak linier menyebabkan status kelayakan tunjangan (di menu Analisa Tunjangan) menjadi "Tidak Layak Mendapat Tunjangan". dan ini akan berakibat langsung terhadap SKBK dan pembayaran tunjangan profesi PTK tersebut.

Pertanyaan selanjutnya yang mengemuka pastilah, kenapa tidak linier? Bagaimana caranya agar bisa menjadi linier?

Kenapa Tidak Linier

Tidak jarang jika pertanyaan terkait linieritas ini sering kali dikemukakan oleh pembaca Simpatika Pati. Seperti pertanyaan berikut ini.


Linieritas terkait erat dengan Nomor Registrasi Guru (NRG). Beberapa kondisi yang menyebabkan tidak linier dan solusi agar bisa menjadi linier akan diulas di bawah ini.

Berikut beberapa penyebab 'tidak linier' tersebut.

1. Status Verval NRG


Kunci utama status linier atau tidak linier ditentukan oleh status Verval NRG. PTK yang belum disetujui Verval NRG (NRG belum permanen) maka akan membuat statusnya menjadi tidak linier.

Apalagi bagi guru yang belum memiliki NRG, pasti tidak linier.

Karena itu pastikan Verval NRG telah terselesaikan dan disetujui oleh Admin Simpatika tingkat Kanwil Kemenag. Untuk mengecek status Verval NRG, klik menu 'Verval NRG & Sertifikasi' pada akun PTK masing-masing seperti gambar berikut ini.

status Verval NRG

Atau di bagian menu 'Diklat dan Sertifikasi'

Riwayat Sertifikasi

2. Kesesuaian Mapel yang Diajar dengan Mapel Sertifikasi


Tidak jarang terjadi, telah lulus sertifikasi guru dan telah selesai Verval NRG (NRG telah disetujui oleh Kanwil) tetapi masih juga tidak linier.

Apa penyebabnya?

Mata pelajaran yang diajarkan (yang diisikan di Jadwal Mengajar Mingguan) harus sesuai dengan mata pelajaran sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Verval NRG. Karena itu jika mendapati kasus seorang PTK telah Verval NRg tetapi belum juga linier maka silakan dicek data-data berikut ini.

  1. Mata pelajaran sertifikasi yang tercantum di bagian menu 'Diklat dan Sertifikasi'
  2. Kode mapel sertifikasi sebagaimana tercantum pada digit ke-7, 8, dan 9 Nomor Peserta Sertifikasi dan digit ke-3, 4, dan 5 Nomor Registrasi Guru (NRG)
  3. Mata pelajaran yang diajarkan (yang diisikan dalam Jadwal Mengajar Mingguan di Simpatika)
  4. Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) dalam mapel yang dibuat di Simpatika


Silakan dicek 'Riwayat Sertifikasi Guru' yang bersangkutan di menu 'Diklat dan Sertifikasi'. Perhatikan sebagaimana gambar berikut ini.

Riwayat Sertifikasi Guru

Perhatikan:

  • Cek kode mapel sertifikasi
Kode mapel sertifikasi yaitu digit ke-3, 4, dan 5 NRG dan digit ke-7, 8, 9 Nomor Peserta (dalam gambar tertulis 028). Lalu cek kode mapel tersebut di halaman "http://simpatika.kemenag.go.id/#!/mapel". Setelah dicek ternyata '028' adalah kode mapel untuk mata pelajaran 'Guru Kelas MI'
Kode Mapel Simpatika


Karena '028' merupakan kode mapel untuk Guru Kelas MI maka agar linier, maka guru tersebut harus mengampu sebagai Guru Kelas MI. Jika mengajar mata pelajaran PAI MI atau Bahasa Indonesia di MTs. Maka bisa dipastikan tidak linier.

Dalam beberapa kasus Verval NRG, yang dijadikan pedoman linieritas adalah nama mapel sertifikasi sebagaimana tertulis di menu 'Diklat dan Sertifikasi'. Karena tidak menutup kemungkinan terdapat kode mapel yang tidak sesuai dengan nama mapel (faktor inkonsistensi kode mapel dalam sertifikasi). Selengkapnya baca : Kasus Verval NRG Pilihan Kode Mapel Tidak Sama dengan Sertifikat


  • Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional)

Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) bisa dicek di login "Sekolah" pada menu Sekolah >> Kurikulum >> Daftar Mata Pelajaran atau Daftar Muatan Lokal. Perhatikan gambar berikut ini.


Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional)

Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) ini harus sesuai dengan kode mapel atau mapel dalam sertifikasi (hasil Verval NRG). Jika tidak sama, atau justru mata pelajarannya tidak memiliki Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional), maka akan menyebabkan menjadi tidak linier.

Mata pelajaran yang tidak memiliki Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) dapat juga dicek di menu "Analisa Tunjangan" pada akun PTK yang bersangkutan. Perhatikan gambar berikut ini.

Mapel tanpa kurikulum nasional

Jika tidak sama atau mapel yang diisikan tidak memiliki Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional), silakan hapus mapel tersebut lalu buat mata pelajaran baru untuk mapel tersebut. Selanjutnya edit Jadwal Mengajar Mingguan dan ganti mapelnya dengan mapel yang baru tersebut (yang memiliki Referensi Mapel Nasional). Menghapus dan membuat mapel baru bisa dilakukan di akun Sekolah (Simpatika Layanan Sekolah) pada menu Sekolah >> Kurikulum >> Daftar Mata Pelajaran atau Daftar Muatan Lokal. 

Baca juga: 


Itulah beberapa hal yang menjadi pemyebab mata pelajaran di Simpatika tidak linier dan solusinua agar mapel tersebut berubah menjadi linier.



TULIS KOMENTAR DENGAN MENGGUNAKAN FACEBOOK
Tulis Komentar, klik di Sini

0 comments