Tuesday, September 27, 2016

Kenapa Masih Tidak Linier Juga?

Kenapa masih tidak linier?, Ini menjadi sebuah pertanyaan yang paling menakutkan bagi Operator Madrasah dan PTK terkait dengan layanan Simpatika. Linier menjadi sangat diharap-harapkan. Setelah selesai mengisi Jadwal Mengajar Mingguan, Mengelola Siswa, menetapkan Pejabat Madrasah dan Tugas Tambahan, serta lain sebagainya, kata 'linier' dalam Analisa Tunjangan sangat diharapkan. Namun tidak sedikit yang muncul kemudian justru sebaliknya, 'tidak linier'.

Status tidak linier menyebabkan status kelayakan tunjangan (di menu Analisa Tunjangan) menjadi "Tidak Layak Mendapat Tunjangan". dan ini akan berakibat langsung terhadap SKBK dan pembayaran tunjangan profesi PTK tersebut.

Pertanyaan selanjutnya yang mengemuka pastilah, kenapa tidak linier? Bagaimana caranya agar bisa menjadi linier?

Kenapa Tidak Linier

Tidak jarang jika pertanyaan terkait linieritas ini sering kali dikemukakan oleh pembaca Simpatika Pati. Seperti pertanyaan berikut ini.


Linieritas terkait erat dengan Nomor Registrasi Guru (NRG). Beberapa kondisi yang menyebabkan tidak linier dan solusi agar bisa menjadi linier akan diulas di bawah ini.

Berikut beberapa penyebab 'tidak linier' tersebut.

1. Status Verval NRG


Kunci utama status linier atau tidak linier ditentukan oleh status Verval NRG. PTK yang belum disetujui Verval NRG (NRG belum permanen) maka akan membuat statusnya menjadi tidak linier.

Apalagi bagi guru yang belum memiliki NRG, pasti tidak linier.

Karena itu pastikan Verval NRG telah terselesaikan dan disetujui oleh Admin Simpatika tingkat Kanwil Kemenag. Untuk mengecek status Verval NRG, klik menu 'Verval NRG & Sertifikasi' pada akun PTK masing-masing seperti gambar berikut ini.

status Verval NRG

Atau di bagian menu 'Diklat dan Sertifikasi'

Riwayat Sertifikasi

2. Kesesuaian Mapel yang Diajar dengan Mapel Sertifikasi


Tidak jarang terjadi, telah lulus sertifikasi guru dan telah selesai Verval NRG (NRG telah disetujui oleh Kanwil) tetapi masih juga tidak linier.

Apa penyebabnya?

Mata pelajaran yang diajarkan (yang diisikan di Jadwal Mengajar Mingguan) harus sesuai dengan mata pelajaran sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Verval NRG. Karena itu jika mendapati kasus seorang PTK telah Verval NRg tetapi belum juga linier maka silakan dicek data-data berikut ini.

  1. Mata pelajaran sertifikasi yang tercantum di bagian menu 'Diklat dan Sertifikasi'
  2. Kode mapel sertifikasi sebagaimana tercantum pada digit ke-7, 8, dan 9 Nomor Peserta Sertifikasi dan digit ke-3, 4, dan 5 Nomor Registrasi Guru (NRG)
  3. Mata pelajaran yang diajarkan (yang diisikan dalam Jadwal Mengajar Mingguan di Simpatika)
  4. Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) dalam mapel yang dibuat di Simpatika


Silakan dicek 'Riwayat Sertifikasi Guru' yang bersangkutan di menu 'Diklat dan Sertifikasi'. Perhatikan sebagaimana gambar berikut ini.

Riwayat Sertifikasi Guru

Perhatikan:

  • Cek kode mapel sertifikasi
Kode mapel sertifikasi yaitu digit ke-3, 4, dan 5 NRG dan digit ke-7, 8, 9 Nomor Peserta (dalam gambar tertulis 028). Lalu cek kode mapel tersebut di halaman "http://simpatika.kemenag.go.id/#!/mapel". Setelah dicek ternyata '028' adalah kode mapel untuk mata pelajaran 'Guru Kelas MI'
Kode Mapel Simpatika


Karena '028' merupakan kode mapel untuk Guru Kelas MI maka agar linier, maka guru tersebut harus mengampu sebagai Guru Kelas MI. Jika mengajar mata pelajaran PAI MI atau Bahasa Indonesia di MTs. Maka bisa dipastikan tidak linier.

Dalam beberapa kasus Verval NRG, yang dijadikan pedoman linieritas adalah nama mapel sertifikasi sebagaimana tertulis di menu 'Diklat dan Sertifikasi'. Karena tidak menutup kemungkinan terdapat kode mapel yang tidak sesuai dengan nama mapel (faktor inkonsistensi kode mapel dalam sertifikasi). Selengkapnya baca : Kasus Verval NRG Pilihan Kode Mapel Tidak Sama dengan Sertifikat


  • Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional)

Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) bisa dicek di login "Sekolah" pada menu Sekolah >> Kurikulum >> Daftar Mata Pelajaran atau Daftar Muatan Lokal. Perhatikan gambar berikut ini.


Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional)

Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) ini harus sesuai dengan kode mapel atau mapel dalam sertifikasi (hasil Verval NRG). Jika tidak sama, atau justru mata pelajarannya tidak memiliki Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional), maka akan menyebabkan menjadi tidak linier.

Mata pelajaran yang tidak memiliki Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional) dapat juga dicek di menu "Analisa Tunjangan" pada akun PTK yang bersangkutan. Perhatikan gambar berikut ini.

Mapel tanpa kurikulum nasional

Jika tidak sama atau mapel yang diisikan tidak memiliki Referensi Mapel Nasional (Kurikulum Nasional), silakan hapus mapel tersebut lalu buat mata pelajaran baru untuk mapel tersebut. Selanjutnya edit Jadwal Mengajar Mingguan dan ganti mapelnya dengan mapel yang baru tersebut (yang memiliki Referensi Mapel Nasional). Menghapus dan membuat mapel baru bisa dilakukan di akun Sekolah (Simpatika Layanan Sekolah) pada menu Sekolah >> Kurikulum >> Daftar Mata Pelajaran atau Daftar Muatan Lokal. 

Baca juga: 


Itulah beberapa hal yang menjadi pemyebab mata pelajaran di Simpatika tidak linier dan solusinua agar mapel tersebut berubah menjadi linier.



Read more

Sunday, September 25, 2016

Aturan Siswa dan Rombel di Simpatika (Studi Kasus Rasio Siswa)

Layanan Simpatika telah menggunakan aturan terkait dengan rasio guru berbanding siswa. Sehingga aturan tentang siswa minimal dan rombel di layanan Simpatika harus diperhatikan benar-benar demi suksesnya Verval Simpatika dan terpenuhinya beban kerja mengajar guru, utama guru dengan sertifikat pendidik.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, pasal 17, disebutkan bahwa   Guru Tetap  pemegang  Sertifikat  Pendidik  berhak mendapatkan  tunjangan  profesi  apabila  mengajar  di satuan pendidikan yang rasio minimal jumlah peserta didik terhadap Gurunya sebagai berikut:

  • untuk TK, RA, atau yang sederajat 15:1
  • untuk SD atau yang sederajat 20:1
  • untuk MI atau yang sederajat 15:1 
  • untuk SMP atau yang sederajat 20:1
  • untuk MTs atau yang sederajat 15:1 
  • untuk SMA atau yang sederajat 20:1  
  • untuk MA atau yang sederajat 15:1  
  • untuk SMK atau yang sederajat 15:1
  • untuk MAK atau yang sederajat 12:1

Berdasarkan PP No. 74 tahun 2008 tersebut, jelas bahwa untuk RA dan Madarsah, rasio idealnya adalah 1 guru berbanding 15 (kecuali pada MAK yang 1:12).

Aturan Siswa Minimal dan Rombel

Baca Juga:

Aturan Siswa dan Rombel di Simpatika


Simpatika pun memberlaku PP tersebut, utamanya dalam penghitungan kelayakan mendapat tunjangan (SKBK), meskipun tidak secara penuh. Tidak penuh karena sampai saat ini ternyata masih membuka pengecualian untuk guru dengan siswa di bawah 15 perkelasnya.

Artinya, dengan pertimbangan khusus, guru yang mengajar pada rombongan belajar dengan peserta di bawah 15 siswa pun masih lolos dari kriteria "Rasio Siswa" ini. Dalam 'Analisa Tunjangan' mereka masih mendapat label, "Layak Mendapat Tunjangan".

Hal inilah yang kemudian memunculkan sedikit 'kreatifitas' operator madrasah dan kepala madrasah.

Beberapa pihak (Kepala Madrasah dan Operator) kemudian memecah rombel kelasnya hingga dengan peserta seminimal mungkin. Bahkan dengan peserta rombel yang kurang dari 15 siswa sekalipun. tentu dengan harapan, semakin banyak rombel maka akan semakin banyak guru yang dapat memenuhi ketentuan 'minimal mengajar 24 JTM'.

Apakah seperti itu?

Namun yang harus dipahami, ternyata Simpatika telah memiliki pedoman (aturan) khusus terkait dengan rombel dan siswa minimal tersebut. Pelanggaran terhadap aturan ini membuat Kepala Madrasah tidak bisa mencetak S25a karena muncul peringatan Alokasi JTM, seperti telah dibahas di artikel Simpatika Pati sebelumnya.

Aturan tersebut adalah:

  • Kelas (Tingkat) dengan 1 Rombel, Pesertanya Boleh Kurang dari 15 Siswa

Suatu tingkat kelas yang tidak paralel (hanya terdiri atas 1 rombel) siswanya boleh kurang dari 15. Contoh, pada sebuah MI, kelas 6-nya hanya memiliki 14 siswa. Meskipun siswa kelas 6 tersebut kurang dari 15 tidak masalah. Kepala Madrasah akan tetap dapat mencetak S25a karena memang di madrasah tersebut tingkat (kelas) 6 memang hanya terdiri atas satu rombongan belajar. 

  • Kelas (Tingkat) dengan Lebih dari 1 Rombel, Pesertanya Tidak Boleh Kurang dari 15 Siswa
Namun akan menjadi berbeda jika dalam tingkat itu terdiri atas lebih dari 1 rombongan belajar. Maka setiap rombongan belajar, pesertanya (siswa) tidak boleh kurang dari 15 siswa.

Contoh sebuah MI kelas 6-nya terdiri atas 44 siswa. Kelas tersebut dibuat menjadi 3 rombel dengan komposisi masing-masing rombel terdiri atas:
  • Kelas 6A: 15 siswa
  • Kelas 6B: 15 siswa
  • Kelas 6C: 14 siswa
Terdapat satu rombel yang siswanya kurang dari 15 siswa.

Kondisi ini akan membuat Kepala Madrasah tidak dapat mencetak S25a karena akan muncul peringatan "Alokasi JTM" dengan keterangan "Jumlah rombel melebihi siswa".

Sehingga jika di kelas 6 tersebut terdapat 44 siswa, maka rombel maksimal yang bisa dibuat cukup 2 rombel. Mungkin komposisinya 15 dan 29 siswa, 22 dan 22 siswa, atau lainnya asalkan tidak ada rombel yang pesertanya di bawah 15 siswa.

Kesimpulannya: 
  • Jika peserta kelas kurang dari 15 siswa, silakan ditulis apa adanya tidak masalah. Kepala Madrasah akan tetap bisa mencetak s25a.
  • Jika lebih dari 15 siswa, boleh dibuat menjadi lebih dari satu rombel dengan catatan tidak ada rombel yang pesertanya kurang dari 15 siswa. Jika terdapat rombel yang kurang dari 15 siswa maka Kepala Madrasah tidak dapat mencetak S25a.
Read more

Thursday, September 22, 2016

Sudah Upload Siswa Tapi Tidak Masuk Sampai Berhari-hari

Saat upload siswa secara kolektif (menggunakan excel) dilayanan Simpatika, biasanya muncul pemberitahuan untuk menunggu maksimal selama 1 x 24 jam. Biasanya tanpa menunggu hitungan menit, begitu di-refresh, data siswa yang diupload sudah masuk ke daftar siswa. Namun dalam beberapa kasus tidak.

Bahkan telah ditunggu hingga lebih dari sehari semalam pun, data siswa masih tetap kosong. Hingga berhari-hari, siswa yang di-upload tidak juga kunjung masuk ke dalam daftar siswa.

Upload Siswa Tapi Tidak Masuk

Baca juga: 6 Pengelolaan Siswa di Simpatika (Mengaktifkan, Naik Kelas, Tambah, Rombel)

Padahal sudah muncul pemberitahuan bahwa 'Data Siswa Berhasil Dikirim Dalam Antrian', seperti gambar berikut ini.

Unggah siswa tidak masuk

Sudah berhasil mengunggah tapi ditunggu hingga berhari-hari kok daftar siswanya tidak masuk juga?

Berhasil Terkirim tetapi Belum Tentu Berhasil Disimpan Sistem


Yang harus dipahami dan digarisbawahi, notifikasi seperti gambar diatas tersebut belum menjamin bahwa data siswa yang diunggah berhasil dimasukkan (disimpan) ke dalam sistem. Belum menjamin bahwa tidak terdapat kesalahan data siswa tersebut.

Dengan kata lain, pesan tersebut hanya menyampaikan bahwa data siswa yang diunggah "BERHASIL DIKIRIM" tetapi "BELUM TENTU BERHASIL DISIMPAN" dan dimasukkan ke dalam sistem.

Karena unggahan tersebut sejatinya masih dalam antrian untuk diproses dan diteliti oleh sistem. Jika ternyata tidak ada kesalahan, data akan langsung dimuat di daftar siswa. Namun jika terdapat kesalahan, data tidak akan muncul.

Silakan perhatikan dan pahami kalimat yang berwarna merah "Silakan kembali dalam beberapa menit lagi (maksimal 1x24 jam) dengan klik tombol Unggah untuk melihat hasil prosesnya".

1. Data Berhasil Disimpan


Jika setelah beberapa menit (atau maksimal 1 x 24 jam) ketika operator membuka daftar siswa, data siswa yang diunggah tadi sudah masuk ke dalam daftar siswa berarti data tersebut sudah benar dan dapat diterima sistem.

Dalam kondisi seperti ini (data berhasil disimpan oleh sistem), ketika tombol unggah (tanda panah ke atas) diklik kembali akan muncul pemberitahuan bahwa "Data berhasil disimpan" (lihat bagian yang diberi kotak merah pada gambar berikut ini.

Unggah data Siswa Berhasil

2. Data Dalam Antrian


Jika dalam beberapa menit, ketika operator membuka daftar siswa dan mendapati masih kosong, atau data yang sebelumnya diunggah belum masuk juga ada kemungkinan unggahan tersebut masih dalam antrian.

Untuk memastikannya, silakan klik kembali tanda panah ke atas (tombol unggah). Akan muncul pemberitahuan seperti gambar berikut ini.

Unggah Siswa dalam antrian

Perhatikan bagian yang kami beri kotak merah. Disebutkan bahwa 'File yang Anda unggah masih dalam antrian, silakan cek kembali beberapa saat lagi'.

3. Data Gagal Disimpan

Jika dalam beberapa menit (atau bahkan lebih dari satu hari), daftar siswa masih kosong juga, selain dimungkinkan masih dalam antrian, bisa jadi juga data gagal disimpan oleh sistem. Gagal disimpan ini tentu dengan berbagai alasan.

Untuk mengecek apakah data unggahan tersebut masih dalam antrian atau gagal disimpan (beserta alasannya), caranya sama dengan yang diatas.

Pertama klik tanda panah ke atas (tombol upload). Setelah itu akan muncul pemberitahuan seperti gambar di bawah ini.


Di bagian yang kami beri kotak merah, disebutkan:

  • Jumlah kesalahan data
  • Alasan data gagal disimpan
Untuk melihat jenis kesalahan dan bagian-bagain data yang salah, silakan download file data siswa dengan cara mengklik tombol "Unduh File + Petunjuk Kesalahan" (lihat bagian dengan panah bernomor 2).

Di dalam file excel hasil download tersebut, bagian-bagian data yang salah akan diblok dengan warna merah. dan di pojok kanan atas akan muncul alasan dan petunjuk kesalahan tersebut. Silakan perbaiki bagian-bagian yang berwarna merah kemudian simpan dan upload ulang.

Lebih Sehari Unggah Siswa Belum Masuk


Nah, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, jika sampai lebih dari satu hari (atau bahkan berhari-hari), data siswa yang diunggah belum juga masuk ke dalam daftar siswa, bisa dipastikan UNGGAHAN GAGAL DISIMPAN atau DITOLAK SISTEM.


Sehingga jika sudah lebih dari sehari kok upload siswa belum masuk dan daftar siswa masih kosong, silakan ikuti langkah-langkah sebagaimana dijelaskan di sub-bagian nomor tiga artikel ini.
Read more

Tuesday, September 20, 2016

Modul Pengelolaan Siswa dan Rombel Simpatika Sedang Error

Sejak pagi (Selasa, 20/11/2016) banyak yang menghubungi Admin Simpatika Pati, baik lewat Fans Fage FB Simpatika Pati, Messenger FB, maupun media sosial lainnya, terkait kendala yang dihadapi Operator Simpatika terkait modul Pengelolan Siswa dan Rombongan Belajar (Rombel) di layanan Simpatika. Semula ini hanya ingin kami post di Fans Fage FB, namun karena kelihatannya rada panjang sehingga akhirnya menjadi sebuah postingan di blog ini.

Kendala yang dihadapi adalah terkait pengelolaan siswa dan rombel. Banyak Operator Simpatika di tingkat Madrasah yang melaporkan masalah yang serupa.

Pengelolaan Siswa dan Rombel Simpatika Sedang Error

Berikut adalah contoh beberapa komentar tersebut:



Itulah beberapa komentar dan pertanyaan rekan-rekan Operator Madrasah terkait dengan tidak normalnya modul pengelolaan siswa dan kelas di Simpatika.

Sehari sebelumnya, juga muncul kendala yang agak mirip terkait dengan pengisian Jadwal Mengajar, penambahan mata pelajaran, dan penambahan rombel baru.



Simpatika Sedang Masuk Angin


Meski tidak ada pemberitahuan resmi dari Admin Simpatika Pusat, bisa dipastikan bahwa beberapa hari terkahir memang terjadi gangguan sistem di layanan Simpatika. Utamanya terkait dengan mata pelajaran, kelas, rombongan belajar dan siswa.

Apa penyebabnya?

Kendala ini dimungkinkan Tim Teknis sedang melakukan perbaikan sistem. Karena semenjak Modul Keaktifan Kolektif (Cetak S25) diaktifkan, sering kali sistem mendeteksi adanya 'jumlah rombel yang melebihi jumlah siswa'. Selengkapnya bisa dibaca di artikel : Solusi Tidak Bisa Cetak S25 Karena Alokasi JTM Merah

Sistem kemudian memunculkan kotak peringatan berwarna merah di atas tombol Ajuan Keaktifan Kolektif (Cetak S25). Dan dengan munculnya kotak merah tersebut, S25 tidak dapat dicetak.

Dalam beberapa kasus, peringatan tersebut muncul karena "Daftar Siswa yang telah Diupload" belum di masukkan ke "Rombel" masing-masing. Atau bahkan, belum melakukan "Upload Siswa".

Namun dalam banyak kasus, siswa telah diupload dan telah dimasukkan ke dalam rombel masing-masing tetapi sistem tetap memunculkan notifikasi "Jumlah Rombel Anda melebihi jumlah siswa". Admin Simpatika Pati sendiri tidak kurang telah melaporkan 5 madrasah yang mengalami kasus semacam itu langsung ke Admin Simpatika Pusat. Meskipun sampai saat ini belum mendapatkan jawaban.

Karena itu bisa ditarik kesimpulan bahwa beberapa hari terakhir, modul Keaktifan Kolektif, Siswa, dan Rombongan Belajar tengah bermasalah.

Menyikapi hal tersebut, Operator tidak perlu panik. Jika memang Simpatika sedang 'masuk angin' ya, ditunggu saja sambil ngopi.

Semoga segera teratasi.

Read more

Thursday, September 15, 2016

Solusi Tidak Bisa Cetak S25 Karena Alokasi JTM Merah

Saat fitur Cetak S25 di Simpatika dibuka, tidak sedikit Kepala Madrasah dan Operator Madrasah langsung mengajukan Keaktifan Kolektif. Namun ternyata tidak semuanya berjalan mulus. Beberapa madrasah harus mendapat kendala munculnya kotak peringatan berwarna merah di atas tombol Ajukan Verval. Bunyi tulisan dalam kotak merah tersebut adalah 'Alokasi JTM' dengan keterangan 'Cek kembali untuk memastikan data Anda benar'.

Adanya kotak peringatan berwarna merah dengan tulisan 'Alokasi JTM' tersebut tak urung membuat tombol Ajuan Verval (untuk mencetak S25a) tidak bisa diklik. Dan S25a pun tidak bisa dicetak.

Ketika kotak peringatan berwarna merah tersebut diklik muncul kotak notifikasi yang yang lebih besar yang memuat keterangan 'Validasi Alokasi Jam Mengajar Madrasah/Sekolah Anda. Daftar Mata Pelajaran Kelebihan Alokasi Jam. Jumlah Rombel Anda melebihi jumlah siswa. Untuk melakukan proses selanjutnya, maka pastikan Jumlah Jam mengajar harus SESUAI dengan jumlah Jam Alokasi,.

Peringatan seperti ini sebenarnya sudah pernah muncul pada periode Verval Simpatika semester yang kemarin. Namun kemunculannya kali ini tampaknya membawa pesan 'kendala' yang lebih kompleks.

Terus bagaimana solusi jika tidak bisa cetak S25 karena adanya kotak Alokasi Jam berwarna merah.

Yang pasti kotak peringatan tersebut muncul karena adanya kesalahan dalam pengisian data pada Simpatika. Oleh karena itu perlu dilakukan pengecekan kesalahan apakah yang telah dideteksi oleh sistem Simpatika tersebut.

Tak Bisa Cetak S25

Untuk membantu melakukan pengecekan, Simpatika Pati mencoba memberikan sedikit panduan, berdasarkan beberapa kali pengalaman penulis menemui kendala tersebut.

Pengecekan yang harus dilakukan antara lain:

Kasus Pertama


Di dalam kotak notifikasi kesalahan 'Validasi Alokasi Jam Mengajar Madrasah/Sekolah Anda' muncul tabel 'Daftar Mata Pelajaran Kelebihan Alokasi Jam'. Dalam tabel tersebut tertulis data kelas yang kelebihan jam.

Solusi yang bisa dilakukan adalah kembali ke modul Jadwal Mengajar Mingguan (login ke Layanan Simpatika Madrasah). Menunya terdapat di Sekolah >> Jadwal >> Lihat Jadwal Mingguan >> Pilih kelas/rombel sebagaimana yang disebutkan dalam notifikasi kesalahan 'Validasi Alokasi Jam Mengajar Madrasah/Sekolah Anda'.

Lakukan penyesuaian sehingga jam mengajar tidak melebihi alokasi yang ditentukan.

Cara mengeceknya bisa melihat video tutorial berikut ini:


Kasus seperti ini, di periode ini, tampaknya mulaijarang terjadi

Kasus Kedua


Di dalam kotak notifikasi kesalahan 'Validasi Alokasi Jam Mengajar Madrasah/Sekolah Anda' muncul keterangan, "Jumlah Rombel Anda melebihi jumlah siswa" seperti gambar di bawah.

Validasi Kelebihan JTM

Hal ini terjadi karena sistem mendeteksi jumlah rombel lebih banyak dibanding jumlah siswa di madrasah tersebut. Jumlah siswa yang melebihi rombel ini bisa saja terjadi dikarenakan salah satu diantara berikut:

  1. Siswa belum diupload
  2. Siswa sudah diupload tetapi belum dimasukkan ke dalam rombelnya masing-masing
Untuk memastikan kasus ini, cobalah klik tombol "Data Guru" di bagian 'Rekap Data Madrasah/Sekolah' pada menu Keaktifan Kepala Madrasah, hingga muncul kotak "Rekap Data Guru Madrasah/Sekolah Anda" seperti gambar berikut ini.

Rekap Data Guru Madrasah

Perhatikan kolom 'Rombel Ampu (R)'; 'Siswa Ampu (S)'; dan 'Rasio R:S'. Jika Siswa Ampu dan Rasio masih kososng dan strip berarti data siswa belum diunggah atau sudah diunggah tetapi belum dimasukkan ke dalam rombel masing-masing.

Solusi untuk permasalahan ini adalah memperbaiki data siswa yang meliputi mengupload  siswa dan memasukkan siswa ke dalam rombel. Untuk bagaimana cara mengelola siswa ini silakan baca artikel Simpatika Pati sebelumnya, 6 Pengelolaan Siswa di Simpatika.


Kasus Ketiga


Mungkin kedua kasus di atas sudah dicek dan ternyata beres semua. Atau sudah diperbaiki, namun masih saja muncul peringatan kotak Alokasi Jam berwarna merah di atas tombol Ajukan Verval (Cetak S25). Akibatnya pun masih sama, Kepala Madrasah tidak bisa mencetak S25a.

Solusi?

Bisa jadi pada kasus ketiga ini diakibatkan oleh 'cache browser' komputer. Karena itu solusi yang bisa dicoba antara lain:

  1. Bersihkan cache (tembolok), riwayat, dan data browser yang digunakan. Cara membersihkan cache browser bisa dilihat di artikel Selalu Gagal Upload Hasil Scan SK, sub judul "2. Bersihkan Cache Browser yang Digunakan".
  2. Gunakan browser lain. Jika sebelumnya memakai Google Chrome cobalah dengan menggunakan Firefox, Opera, atau browser lain.
  3. Gunakan mode penyamaran pada browser dengan mengaktifkan "Jendela Browser Pribadi"; "Jendela penyamaran" atau "Mode Incognito"
  4. Gunakan komputer atau laptop lain.

Kasus Keempat [Update]


Satu lagi yang kemudian menjadi penyebab dari tidak bisa dicetaknya S25a dengan menampilkan notifikasi "Jumlah Rombel Anda melebihi jumlah siswa". Tapi kasus ini umumnya hanya terjadi pada madrasah-amadrasah yang memiliki rombel paralel saja. Dan tidak terjadi pada madrasahnya yang perkelas tingkatnya hanya terdiri atas satu rombel saja.

Untuk RA dan Madrasah yang memiliki lebih dari satu rombel pada tiap kelas tingkatnya (paralel), pastikan siswa di setiap rombelnya tidak kurang dari 15 siswa. Sebagai contoh sebuah MTs dimana kelas 7 terdiri atas 70 siswa yang kemudian dibagi menjadi 5 rombel dengan jumlah siswa perrombelnya masing-masing:

  • Kelas 7A : 15 siswa
  • Kelas 7B : 15 siswa
  • Kelas 7C : 15 siswa
  • Kelas 7D : 15 siswa
  • Kelas 7E : 10 siswa
Berarti ada satu rombel yang siswanya kurang dari 15 siswa.

Kasus semacam ini akan membuat muncul peringatan kotak merah bertuliskan 'Alokasi JTM' yang bila diklik muncul keterangan "Jumlah Rombel Anda melebihi jumlah siswa".

Solusinya, pastikan setiap rombel siswanya minimal berjumlah 15 siswa. Jika terdapat rombel dengan peserta kelas (siswa) yang kurang dari 15 siswa, salah satu rombel harus dihapus dan siswanya digabung pada rombel lainanya.

Seperti contoh kasus pada MTs seperti di atas, jika kelas 7 terdiri atas 70 siswa maka jumlah rombel maksimalnya adalah 4 dengan masing-masing rombel minimal diisi oleh 15 siswa, sehingga menjadi seperti:

  • Kelas 7A : 15 siswa
  • Kelas 7B : 15 siswa
  • Kelas 7C : 15 siswa
  • Kelas 7D : 25 siswa

Demikianlah beberapa kasus terkait dengan munculnya kotak peringatan Alokasi Jam berwarna merah dan solusi tidak bisa mencetak S25 karena kemunculan kotak Alokasi JTM. Jika masih tidak bisa mencetak S25a, silakan berdiskusi di FansPage FB Simpatika Pati di @Admin.SimpatikaPati

Read more

Verval NRG Belum Disetujui Bolehkan Cetak S25a?

Akhir-akhir ini, seiring dengan diaktifkannya fitur S25 (Ajuan Keaktifan Kolektif), sering muncul pertanyaan apakah boleh mencetak S25a sedangkan ada salah satu guru yang proses Verval NRG-nya belum selesai (masih menunggu Kanwil Kemenag). Pertanyaan ini menyiratkan kegamangan para Operator, PTK, maupun Kepala Madrasah terkait dengan  banyaknya kasus dimana status linieritas guru yang belum linier karena terkendala berbagai masalah terutama status Verval NRG yang belum disetujui Kanwil Kemenag.

Jika terdapat guru yang belum tuntas verval NRG kemudian Kepala Madrasah mencetak S25a (Ajuan Keaktifan Kolektif) akankah berpengaruh terhadap guru tersebut?

Wajar jika muncul kegamangan tersebut dalam kasus tersebut. Ini lantaran setelah S25a dicetak, maka beberapa perubahan data terkait PTK akan ditutup. Tidak bisa dirubah! Beberapa hal yang tidak bisa diubah setelah dicetaknya S25a antara lain:

  1. Pengangkatan dan pergantian Kepala Madrasah dan tugas tambahan lainnya (semisal Wakil Kepala Madrasah, Wali Kelas, Pembina Ekstrakurikuler, Guru Piket, dll).
  2. Perubahan data siswa, seperti upload siswa, memasukkan siswa ke dalam rombel, mutasi, dll.
  3. Pengisian Jadwal Mengajar Mingguan


Pertanyaannya, bagaimana dengan Verval NRG yang belum disetujui Kanwil?

S25 vs Verval NRG

Tunggu atau Tinggalkan?


Jika ada salah satu guru yang ajuan S26 (Verval NRG) belum disetujui oleh Kanwil, apakah Kepala Madrasah harus menunda Cetak S25a (menunggu) ataukah tidak?

Ajuan S26 atau Verval NRG tidak terpengaruh langsung dengan Cetak S25a. Artinya:
  1. Guru yang belum Verval NRG masih dapat melakukan Verval NRG (Cetak S26) maupun Verval Ulang NRG, meskipun Kepala Madrasah telah mencetak S25a.
  2. Ajuan Verval NRG yang telah diajukan tetap dapat diproses oleh Admin Kab./Kota maupun Admin Kanwil Kemenag. Artinya, admin-admin tersebut masih dapat menyetujui maupun menolak Ajuan S26 tersebut, meskipun Kepala Madrasah telah mencetak S25a.
  3. Jika terdapat perubahan status di Verval NRG yang diajukan, sistem akan secara otomatis mencatat perubahan tersebut. Artinya, jika sebelumnya (Ajuan S26 belum disetujui), statusnya 'Tidak Linier' maka ketika ajuan tersebut telah disetujui oleh Kanwil, maka statusnya akan otomatis berubah menjadi 'Linier'.

Jadi tidak perlu ada kekhawatiran bagi PTK maupun Kepala Madrasah, apakah harus menunggu ataukah tidak Ajuan Verval NRG yang dilakukan oleh salah satu guru di madrasahnya.

Yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan beban kerja (mapel dan jam mengajar) guru tersebut yang sudah benar sesuai dengan aturan yang berlaku, terutama terkait dengan penghitungan beban kerja dan linieraitas. Sehingga suatu ketika saat Ajuan Verval NRG tersebut sudah disetujui, statusnya yang semula tidak linier dapat otomatis berubah menjadi linier.

Kasus ini akan berbeda dengan saat Cetak SKMT dan SKBK. Jika status Verval NRG belum disetujui oleh Kanwil, maka saat melakukan Ajuan SKBK maka akan tertulis dengan 'Belum Layak Mendapat Tunjangan' karena faktor linieritas. Baca : Status NRG Belum Permanen Jangan Cetak SKMT & SKBK (S29)


Read more

Sunday, September 11, 2016

Kasus Verval NRG Pilihan Kode Mapel Tidak Sama dengan Sertifikat

Kasus pilihan kode mata pelajaran yang ditampilkan di Verval NRG tidak sama dengan nama mapel yang tertulis di sertifikat pendidik banyak terjadi. Pada periode Verval NRG yang lalu, kasus ketidakkonsistenan (inkonsistensi) kode mata pelajaran ini telah menjadi penyebab ditolaknya ajuan Verval NRG banyak guru oleh Admin Simpatika Kanwil. Alasan penolakannya, digit ke-7, 8, dan 9 tidak sesuai dengan mata pelajaran yang dipilih.

Karena itu Dirjen Pendis Kementerian Agama RI menerbitkan Surat Edaran Dirjen Pendia Nomor. 3459.A/Dj.I/PP.01.1/08/2016 tanggal 29 Agustus 2016 perihal Penyesuaian Kode Mapel Sertifikasi Guru dan Kewenangan Mengajar pada Madrasah. Oleh Simpatika, surat edaran tersebut diakomodir dengan mengupdate 'Modul Verval NRG'.

Verval NRG Pilihan Kode Mapel Tidak Sama dengan Sertifikat

Pada modul terbaru tersebut, saat seorang PTK melakukan Verval NRG, akan muncul dua kolom isian Mata Pelajaran. Yang pertama adalah mata pelajaran sesuai dengan standardisasi kode mapel sebagai tertulis di Nomor Peserta sertifikasi. Dan yang kedua adalah nama mata pelajaran sebagaimana yang tertulis di Sertifikat Pendidik.

Verval NRG Pilihan Kode Mapel Tidak Sama dengan Sertifikat

Pada kasus di atas, terdapat seorang guru bersertifikat pendidik. Nomor Peserta Sertifikasi peserta tersebut adalah 08031892520175 (digit ke-7, 8, dan 9 adalah 925). Sedangkan nama mata pelajaran yang tertera di sertifikat pendidik adalah Bahasa Arab untuk MTs. Ketika dicroscek dalam fitur 'kode mapel Simpatika', 928 adalah kode mapel untuk "Pengawas Seni dan Budaya SMA/MA", bukan Bahasa Arab. Padahal jelas yang tertulis di Sertifikat Pendidik mapelnya adalah Bahasa Arab.

Gambar Sertifikat Pendidik guru tersebut adalah sebagai berikut:

Verval NRG Pilihan Kode Mapel Tidak Sama dengan Sertifikat

1. Cara Verval NRG Bagi yang Bermasalah Dengan Kode Mapel


Bagaimana cara mengajukan Verval NRG bagi kasus pilihan kode mapel tidak sesuai dengan nama mapel di Sertifikat pendidik? Pun bagaimana bagi yang pada Verval NRG sebelumnya ditolak lantaran digit ke-7, 8, dan 9 pada nomor peserta tidak sesuai dengan nama mapel yang tertulis di sertifikat pendidik, inilah solusinya.

Bagi pemilik sertifikat pendidik dengan kasus seperti di atas, silakan lakukan Verval NRG sebagaimana video tutorial berikut ini.



Pada pilihan Nama Mata Pelajaran,
  • Mata pelajaran sesuai nomor peserta: silakan pilih sesuai pilihan yang tersedia, pilih yang sesuai dengan kode mapel, meskipun nama mapel berbeda.
  • Mata pelajaran sesuai tertulis di piagam sertifikasi: isi sesuai dengan yang tertulis di sertifikat pendidik. Jika tahun yang sesuai (yang tertera di kode) tidak tersedia, silakan pilih tahun sesukanya. Pastikan nama mapel sesuai dengan yang disertifikat, meskipun kode mapelnya tidak sesuai.


2. Bukan Konversi Mata Pelajaran Sertifikasi


Beberapa rekan PTK sempat menanyakan kepada penulis tentang cara melakukan konversi mata pelajaran sertifikasi, apakah caranya dengan menggunakan 'Modul Verval Terbaru' ini?

Mereka adalah guru-guru yang bersertifikat pendidik sebagai guru mapel seperti PAI, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, SBK, atu Bahasa Inggris yang kemudian mendapatkan tugas mengajar sebagai guru kelas (Baca : Guru Bersertikat Mapel Mengajar Guru Kelas, Sudahkah Linier?).

Menilik KMA Nomor 303 Tahun 2016 tentang Konversi Guru pada Jenjang Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, maka guru-guru yang telah memiliki sertifikat pendidik mata pelajaran, dapat mengampu sebagai guru kelas MI.

Namun sebagaimana sub judul di atas, modul dan cara ini bukan untuk mengakomodir Konversi Guru Mapel menjadi Guru Kelas. Apalagi merubah mata pelajaran dalam sertifikasi.

Untuk implementasi KMA Nomor 303 Tahun 2016 kita masih sama-sama menunggu dikeluarkannya aturan teknis yang mengaturnya.

3. Bukan untuk Nomor Peserta yang Kurang dari 14 Digit


Modul atau langkah-langkah Verval NRG di atas juga bukan untuk guru yang memiliki Nomor Peserta Sertifikasi yang tidak terdiri atas 14 digit. Karena untuk kasus Nomor Peserta yang 'aneh' tersebut telah disediakan fitur tersendiri yakni "Pengajuan Nomor Peserta Baru".

Untuk mendapatkan Nomor Peserta Baru tersebut silakan PTK menghubungi Admin kabupaten/Kota masing-masing. Karena yang memiliki akses untuk menerbitkannya adalah Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota.

4. Jika Verval NRg Terlanjur Disetujui Kanwil


Nah, kasus lagi adalah Verval NRG yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum kasus 'inkonsistensi kode mapel' ini merebak. Bisa jadi ajuan Verval NRG tersebut telah disetujui oleh Kanwil dan berstatus permanen.

Untuk kasus ini, PTK yang bersangkutan dapat menghubungi Admin kanwil untuk meminta pembatalan Verval NRG dan melakukan Verval NRG ulang sesuai aturan di atas.

Tidak bisa dipungkiri kasus 'inkonsistensi kode mapel' dalam sertifikat pendidik ini telah menyita banyak energi baik bagi pendidik, operator madrasah, operator Kabupaten/Kota, maupun kanwil. Dengan munculnya solusi ini semoga kasus Verval NRG dengan pilihan kode mapel yang tidak sesuai dengan nama mapel di sertifikat, bisa berangsur-angsur terselesaikan tanpa merugikan para pendidik.
Read more