Saturday, February 27, 2016

Jangan Cetak S25a Sebelum 10 Hal Ini Beres

Sebelum mencetak S25a atau Ajuan Keaktifan Kolektif oleh Kepala Madrasah, jangan lewatkan hal-hal yang akan diulas dalam artikel ini. Jangan pernah mengajukan S25a jika hal-hal di layanan Simpatika ini belum beres.

Apa saja itu?

Kemunculan fitur S25a memang ditunggu-tunggu pengguna Simpatika. Fitur Ajuan Kolektif atau S25a baru muncul kembali setelah menghilang hampir satu bulan. Dulu di awal periode Verval Simpatika semester ini, fitur S25a memang sempat muncul sebentar.

Padahal Kepala Madrasah hanya dapat mencetak kartu PTK (sekaligus melakukan keaktifan diri) setelah S25a dicetak dan disetujui oleh Admin Mapenda (Kabupaten/Kota). Pun bagi pendidik PegID yang sempat 'diiming-iming' NPK namun kemudian hilang tanpa bekas. Konon, NPK yang hilang ini akan muncul kembali setelah S25a telah disetujui oleh Admin Kabupaten/Kota, tentunya bagi pendidik yang memenuhi syarat. Baca : Syarat Mendapatkan NPK.

Jadi, baik Kepala Madrasah dan pendidik ber-PegID yang berharap mendapat NPK, sama-sama sudah ngebet kepengen mencetak S25a.

Jangan Grusa Grusu Mencetak S25a


10 Hal Sebelum Cetak S25a


Meskipun sudah ngebet berat namun jangan grusa grusu dalam mencetak S25a. Grusa grusu itu serba terburu-buru sehingga berakibat gegabah. Santai saja, karena masa Verval Simpatika Semester 2 Tahun pelajaran 2015/2016 ini masih cukup panjang, sampai 30 Juni 2016.

Read more

Thursday, February 25, 2016

Cara dan Prosedur Set Tugas Tambahan Guru (Pejabat Sekolah)

Layanan Simpatika semakin berbenah. Kali ini dengan penambahan fitur baru yang disebut sebagai Alih Tugas Tambahan Guru (Pejabat Sekolah) yang dihitung ekuivalen sebagai penambahan jumlah jam mengajar.

Fitur jam ekuivalen dan tugas tambahan ini sebelumnya telah diakomodir sejak Simpatika masih bernama Padamu Negeri. Hanya saja, mulai periode Verval Simpatika di Semester Genap 2015/2016 ini, fitur ini disempurnakan. Ini dilakukan untuk menjamin terakomodirnya hak guru sebagaimana amanat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik atau biasa dikenal sebagai KMA No. 103 Tahun 2015.

Hal ini pun terkait dengan rencana akan diterbitkannya SKBM dan SKMT melalui layanan Simpatika.

Karenanya, layanan Simpatika melakukan pembenahan yang salah satunya adalah munculnya fitur S30a atau Ajuan Tugas Tambahan PTK.

Tugas Tambahan Guru


Tugas tambahan pada madrasah, sesuai dengan KMA Nomor 103 Tahun 2015, yang dapat dihitung sebagai beban kerja guru meliputi:

  1. Kepala Madrasah
  2. Wakil Kepala Madrasah (khusus bagi MTs, MA, dan MAK)
  3. Pembina Asrama (khusus madrasah berasrama)
  4. Ketua Program Keahlian
  5. Kepala Perpustakaan
  6. Kepala Laboratorium
  7. Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi (bagi MA Program Ketrampilan)
  8. Wali Kelas
  9. Guru Piket

4 Cara dan Prosedur Set Tugas Tambahan Guru


Dari 9 jenis tugas tambahan guru sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 103 Tahun 2015 tersebut, layanan Simpatika memiliki prosedur dan tata cara yang berbeda untuk mengakomodirnya.

Terdapat 4 prosedur yang berbeda yang harus dipahami. Keempatnya adalah:

1. Tugas Tambahan Kepala Madrasah


Untuk tugas tambahan sebagai Kepala Madrasah, jika tidak ada perubahan Kepala Madrasah di madrasah tersebut, tidak perlu melakukan apa-apa. Karena Kepala Madrasah yang lama (yang tercatat pada semester sebelumnya) otomatis diakui sebagai Kepala Madrasah dengan ekuivalen 18 jam mengajar.

Jika terjadi perubahan Kepala Madrasah?

Silakan lakukan prosedur pengangkatan Kepala Madrasah melalui Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota. Terlebih dahulu download dan isi Formulir A09.

2. Pejabat Madrasah / Tugas Tambahan Kedua Hingga Ketujuh


Prosedur dan cara set pejabat madrasah atau tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Madrasah, Pembina Asrama, Ketua Program Keahlian, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, dan Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi mengalami perubahan.

Jika pada semester yang lalu pengangkatan dan pergantian tugas tambahan tersebut dilakukan melalui Edit Portofolio (Cetak S12), maka pada semester kali ini diubah. Pengangkatan dan pergantiannya menggunakan fitur baru yang dinamai Alih Tugas Tambahan (S30a). Fitur ini terdapat di Layanan Simpatika Sekolah yang bisa dibuka melalui akun Simpatika Kepala Madrasah atau Admin Madrasah.

Bukan itu saja. Guru dengan tugas tambahan sebagaimana tersebut di atas, pada semester ini 'dinetralkan' sehingga membutuhkan pengangkatan kembali. tentunya dengan prosedur dan tata cara yang baru, yakni melalui Cetak S30a.

Adapun prosedur dan tata caranya silakan lihat video tutorial berikut ini:


Keterangan:
  1. Masing-masing tugas tambahan tersebut diakui sebagai jam mengajar dengan ekuivalen sebanyak 12 jam.
  2. Khusus untuk Wakil Kepala Madrasah hanya diakui pada jenjang MTs MA, dan MAK. Sedangkan pada jenjang RA dan MI tidak diakui.
  3. Madrasah dengan jumlah rombel sembilan atau lebih dapat mengangkat maksimal 4 orang Wakil Kepala Madrasah. Sedang yang rombelnya kurang dari sembilan tidak secara jelas disebutkan dalam KMA No. 103 Tahun 2015 (namun menurut laman resmi Simpatika, dapat mengangkat maksimal tiga Wakil Kepala Madrasah).
  4. Setelah S30a dicetak harus dikirimkan ke Admin Mapenda (Kab/Kota) untuk disetujui (dipermanenkan) dengan terbitnya S30b.

3. Tugas tambahan Wali Kelas


Untuk wali kelas diakui ekuivalen dengan 2 jam mengajar.

Pengaturan Wali Kelas di layanan Simpatika masih sama seperti pada semester-semester sebelumnya. Pengisiannya melalui Layanan Simpatika Sekolah yang dapat diakses dengan menggunakan akun Kepala Madrasah ataupun Admin Madrasah.

Cara dan prosedurnya cukup mudah karena tidak membutuhkan persetujuan dari Admin Simpatika Kab/Kota.

Adapun caranya adalah sebagai berikut:




4. Tugas Tambahan Guru Piket


Guru piket diakui ekuivalen dengan 1 jam mengajar.

Pengaturan guru piket di layanan Simpatika masih sama seperti pada semester sebelumnya. Untuk dapat menset-nya, Kepala Madrasah atau Admin Madrasah harus login ke Layanan Simpatika Sekolah.

Baca : Cara Login di Simpatika

Setelah masuk ke dasbor Sekolah, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Klik menu Jadwal
  2. Klik menu Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru
  3. Klik tanda plus di bagian kanan untuk menambahkan guru
  4. Muncul kotak berisi daftar guru, klik nama guru yang dipilih
  5. Klik pada Guru Piket dan isikan jumlah jam
  6. Klik Simpan

Langkah-langkah ini berlaku juga untuk pemberian tugas tertentu kepada guru seperti Pembina Ekstrakurikuler guru dengan beban pembelajaran Ko-Kurikuler akan mendapatkan tambahan jumlah jam mengajar.

Bereskan Sebelum Cetak S25a!


Set tugas tambahan ini, termasuk cetak S30a, harus dibereskan dulu sebelum Kepala Madrasah mencetak S25a (Ajuan Keaktifan Kolektif). Jika tidak, maka perubahan yang dilakukan tidak akan tercatat dalam S25a. Bahkan malah tidak bisa dilakukan perubahan.

Karena itu pastikan tugas tambahan untuk Wali Kelas dan Guru Piket telah benar. Dan pastikan Ajuan Alih Tugas (S30a) telah disetujui oleh Admin Simpatika Mapenda (Kab/Kota). Setelah beres semua, barulah lakukan cetak S25a.

Hal ini juga berlaku pada pemberian tugas tertentu kepada guru seperti Pembina Ekstrakurikuler guru dengan beban pembelajaran Ko-Kurikuler akan mendapatkan tambahan jumlah jam mengajar.
Read more

Tuesday, February 23, 2016

Lulusan Sertifikasi Guru 2015 Apakah Harus Verval NRG?

Apakah lulusan Sertifikasi Guru Tahun 2015 wajib mengikuti Verval NRG dalam layanan Simpatika? Sebuah pertanyaan yang sempat beredar di media sosial. Bisa ditebak, pertanyaan ini pun berkembang menjadi, Jika guru lulusan Sergur 2015 telah menerima Sertifikat Pendidik tetapi belum memiliki SK Dirjen Tentang Penetapan Guru Profesional (yang biasanya di dalamnya menyertakan Nomor Registrasi Guru) apakah harus melakukan Ajuan NRG Baru ataukah menunggu terbitnya SK Dirjen?

Sebagaimana diketahui, biasanya peserta Sertifikasi Guru yang telah dinyatakan lulus oleh LPTK akan menerima dua hal yaitu Sertifikat Pendidik dari LPTK masing-masing dan SK Dirjen Pendis Kemenag Tentang Penetapan Guru Profesional Dalam Binaan Direktorat Pendidikan Madrasah. SK Dirjen ini biasanya dilampiri dengan Daftar NRG Tenaga Pendidik yang berisikan NRG (Nomor Registrasi Guru).

Yang jadi masalah adalah beberapa LPTK telah mengeluarkan sertifikat pendidik bagi lulusan sertifikasi guru tahun 2015 namun Dirjen Pendidikan Madrasah belum juga mengeluarkan SK Dirjen terkait NRG.

Baca juga:

Verval NRG Sergur 2015


Lulusan Sergur 2015 yang Belum Memiliki Sertifikat


Dalam kasus lulusan Sertifikasi Guru Tahun 2015 yang LPTK-nya belum mengeluarkan Sertifikat Pendidik tidak ada masalah. Masalah sudah jelas.

Jawabannya pun singkat, tidak perlu verval NRG dan tidak perlu melakukan Ajuan NRG Baru.

Kenapa? Karena syarat untuk mengikuti Verval NRG ataupun melakukan Ajuan NRG Baru, lulusan sertifikasi guru harus memiliki Sertifikat Pendidik. Jika tidak memilikinya tentu tidak bisa mengisi form Verval NRG PTK yang diantaranya berisikan:

  1. Nomor Sertifikat Pendidik
  2. Nomor Peserta
  3. Tanggal Sertifikat Pendidik
Ditambah lagi tentunya, tidak dapat mengupload hasil scan Sertifikat Pendidik.

Bagi rekan-rekan guru lulusan program sertifikasi guru tahun 2015 yang belum memiliki sertifikat pendidik, selamat! Jenengan tidak perlu pusing-pusing mencari jawaban harus melakukan Ajuan NRG Baru ataukah menunggu terbitnya SK Dirjen baru melakukan Verval NRG di layanan Simpatika.

Lulusan Sergur 2015 yang Sudah Memiliki Sertifikat


Berbeda dengan lulusan sertifikasi tahun 2015 yang LPTK-nya belum menerbitkan sertifikat pendidik, guru lulusan sertifikasi 2015 yang telah menerima sertifikat pendidik menjadi gamang. Ini karena SK Dirjen tentang NRG belum terbit. Sederet pertanyaan dan ketakutan muncul.
  1. Apakah harus Verval NRG?
  2. Apakah harus melakukan Ajuan NRG Baru?
  3. Apakah harus menunggu SK Dirjen terlebih dahulu baru mengikuti Verval?
  4. Jika tidak melakukan Ajuan NRG Baru nanti NRG-nya gak keluar?
  5. Jika melakukan Ajuna NRG Baru apakah nanti tidak menyebabkan double counting NRG?

Jawaban untuk kelima pertanyaan tersebut akan kami rangkum sebagai berikut.

Bagi guru lulusan sertifikasi tahun 2015 yang LPTK-nya telah menerbitkan Sertifikat Pendidik tetap harus melakukan Verval NRG namun sebaiknya harus sedikit bersabar.

Maksudnya?

Jika ada yang mengatakan tidak perlu Verval NRG, itu salah besar. Karena Verval NRG selain menjadi salah satu agenda kegiatan verval Simpatika periode ini, juga wajib dilakukan jika tidak ingin NRG yang sebelumnya sudah diterbitkan dianggap tidak valid.

Namun mengingat periode verval Simpatika semester ini yang masih berlangsung hingga 30 Juni 2016, ada baiknya para lulusan sertifikasi tahun 2015 yang telah memiliki Sertifikat Pendidik untuk bersabar menunggu terbitnya SK Dirjen Pendidikan Madrasah terkait penerbitan NRG.

Jika SK tersebut telah terbit, layanan Simpatika akan otomatis menampilkan NRG guru yang bersangkutan saat mengklik menu Verval NRG. Nah, saat itulah, guru tersebut diharapkan melakukan Verval NRG.

Namun jika menjelang batas akhir periode verval Simpatika, Dirjen Pendidikan Madrasah belum juga menerbitkan SK NRG, PTK tersebut dapat melakukan Ajuan NRG Baru.

Jika terlanjur melakukan Ajuan NRG Baru?

Seharusnya tidak masalah.

Apakah nantinya tidak menyebabkan double counting? Satu pendidik memiliki dua NRG yang satu dari proses Ajuan NRG di Simpatika, dan yang kedua dari SK Dirjen?

Saat ini, NRG yang dikeluarkan oleh Simpatika maupun oleh Dirjen Pendis tetap bersumber pada satu data. Sehingga NRG yang dimunculkan oleh proses Ajuan NRG Baru di Simpatika akan tetap sama dengan NRG dalam lampiran SK Dirjen.

Namun jika masih bimbang, tidak ada salahnya jika mencoba opsi pertama: bersabar menunggu terbitnya SK Dirjen baru melakukan verval NRG. Dan Ajuan NRG Baru yang telah dilakukan dapat dibatalkan terlebih dahulu.
Read more

Saturday, February 20, 2016

Aturan dan Cara Tambah & Edit Jadwal Mengajar Semester Sebelumnya

Aturan dan cara menambah dan mengedit Jadwal Mengajar pada semester sebelumnya di layanan Simpatika. Sebagaimana kita ketahui, layanan Simpatika mencatat jadwal mengajar masing-masing guru pada menu Portofolio > Riwayat Mengajar. Di Simpatika, menu ini dapat dilihat di masing-masing akun PTK.

Pengisian jadwal mengajar ini tentunya dilakukan tiap semester. Namun ada kalanya, karena suatu hal, kita ingin merubah atau melakukan edit jadwal tersebut. Mungkin karena sebelumnya terdapat kekeliruan pengisian.

Atau malah pada beberapa semester sebelumnya, jadwal mengajarnya belum terisi. Sehingga kita ingin melengkapi atau menambah jadwal mengajar pada semester tertentu yang belum terisi tersebut.

Simpatika mencatat jadwal mengajar guru hingga paling lama Semester gasal Tahun Pelajaran 2009/2010.

Edit Riwayat Mengajar di Simpatika


Apakah kita bisa melakukan edit atau penambahan jadwal mengajar pada semester sebelumnya?

Jawabnya dua, ada semester yang bisa diedit dan ada yang tidak bisa!

Jadwal Mengajar yang Tidak Bisa Diedit


Di layanan Simpatika terdapat jadwal mengajar yang tidak bisa diedit ataupun ditambah.

Jadwal mengajar yang tidak dapat diedit ataupun ditambah ini adalah jadwal mengajar mulai Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 hingga satu semester sebelum semester yang berjalan ini (saat ini Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016).

Sehingga total terdapat dua semester jadwal yang tidak dapat diedit ataupun ditambah yaitu:

  1. Jadwal Mengajar periode Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 dan 
  2. Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016. 
Dan jika periode verval Simpatika semester ini berakhir (30 Juni 2016), maka jumlah Jadwal Pelajaran yang tidak dapat diedit pun akan bertambah dengan Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 (tiga periode).

Edit Riwayat Mengajar di Simpatika



Kenapa Jadwal Mengajar semester tersebut tidak dapat diedit maupun dirubah?

Ini karena pemutakhiran Riwayat Mengajar mulai periode Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 dicatat otomatis oleh sistem berdasarkan isian Jadwal Kelas Mingguan yang memuat detil alokasi jadwal tugas mengajar Anda. Jadwal Kelas Mingguan sendiri diisikan melalui layanan Simpatika pada akun Sekolah/Madrasah dan bukan melalui akun PTK.

Ketika Kepala Madrasah telah mengajukan Keaktifan Kolektif (S25a), maka sistem akan otomatis menolak adanya perubahan atas Jadwal Mengajar tersebut.

Karena Riwayat Mengajar pada portofolio PTK diisi secara otomatis oleh sistem berdasarkan isian Jadwal Kelas Mingguan, maka PTK tidak dapat melakukan perubahan, pengurangan, penambahan, mapun edit Riwayat Mengajar melalui akun masing-masing.

Karena itu pastikan Isian Jadwal Kelas Mingguan telah diisi dengan benar.

Jika terdapat kesalahan?

Jika kesalahan itu pada semester saat ini (yang tengah berjalan), silakan lakukan perubahan melalui fitur Isian Jadwal Kelas Mingguan yang terdapat di akun Madrasah (pada Kepala Madrasah atau Operator Madrasah). 

Itupun jika S25 belum diajukan untuk mendapat persetujuan dari Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota. Jika telah S25 telah dicetak atau diajukan, batalkan dulu. Jika S25a telah disetujui oleh Admin Mapenda (Kabupaten/Kota) mintalah pembatalan terlebih dahulu kemudian batalkan ajuan.

Jika kesalahan itu terdapat pada semester yang telah lalu, silakan terima apa adanya.

Jadwal Mengajar yang Bisa Diedit


Namun terdapat pula riwayat mengajar yang bisa diedit.

Riwayat mengajar yang bisa diedit adalah riwayat mengajar mulai Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015 dan sebelumnya. Dalam Simpatika, setiap PTK dapat mengisi jadwal mengajar dalam riwayat mengajarnya hingga Semester Pertama Tahun Pelajaran 2009/2010.

Untuk menambah riwayat mengajat tersebut, caranya adalah:

  1. Login ke Simpatika pada Layanan PTK
  2. Klik salah satu menu pada portofolio seperti Pendidikan, Karir, atau Diklat dan Sertifikasi
  3. Klik menu Riwayat Mengajar
  4. Klik Tanda Plus di bagian Riwayat Mengajar Semester Lalu
  5. Muncul kotak Tambah Riwayat Mengajar. Isikan kolom-kolom yang tersedia.
  6. Jika sudah klik Tambahkan
  7. Ulangi hingga jadwal mengajar yang diinginkan terisi semua
  8. Jika sudah, klik Jadikan Permanen yang muncul di bagian atas. Lanjutkan hingga tercetak S12 (Ajuan Perubahan Data)

Tambah Riwayat Mengajar di Simpatika


Untuk mengedit atau menghapus jadwal pelajaran yang telah ada: 
  1. Klik tanda Segitiga kecil di ujung kanan nama mata pelajaran yang diinginkan 
  2. klik Edit atau Hapus Data
  3. Lakukan edit yang diinginkan
  4. Jika sudah, klik Simpan perubahan
  5. Ulangi hingga teredit semua
  6. Jika sudah, klik Jadikan Permanen yang muncul di bagian atas. Lanjutkan hingga tercetak S12 (Ajuan Perubahan Data)



    S12 diajukan ke Admin Kabupaten/Kota untuk dipermanenkan.

    Setelah S12 disetujui oleh Admin kabupaten/Kota maka edit atau tambahan jadwal akan tercatat secara permanen di 
    Read more

    Thursday, February 18, 2016

    Guru Non D4/S1 Akan Menjadi Tenaga Pendidikan

    Guru atau pendidik di lingkungan Kementerian Agama RI yang dengan kualifikasi pendidikan di bawah D4 (Diploma 4) dan S1 (Strata 1) akan dialih fungsi menjadi tenaga pendidikan. Pengalihfungsian dari guru menjadi tenaga kependidikan tersebut akan dilakukan secara otomatis oleh sistem Simpatika.

    Alih fungsi dari guru menjadi tenaga pendidikan ini akan dilaksanakan secara otomatis pada tanggal 1 Juli 2016, atau selepas berakhirnya masa verval Simpatika Semester Genap Tahun pelajaran 2015/2016.

    Pemberitahuan tentang otomatisasi alih fungsi ini muncul di jendela peringatan saat kita login ke akun PTK yang terdeteksi oleh sistem Simpatika belum memenuhi kualifikasi pendidikan D4/S1.

    Kualifikasi pendidikan Minimal di Simpatika
    Guru-guru yang belum D4/S1 siap-siap menjadi Tenaga Kependidikan


    Bunyi pengumuman tersebut adalah,

    Sesuai UU no. 14 Tahun 2005 bahwa Kualifikasi Pendidikan Guru mulai 2016 minimal D4/S1. Untuk itu silakan melakukan proses pemutakhiran data portofolio bagian pendidikan akhir menjadi D4/S1 sesuai prosedur yang berlaku (S12). Bilamana belum dimutakhirkan data pendidikan terakhir dimaksud, sistem akan mengotomasi fungsi Guru menjadi fungsi Tenaga Kependidikan mulai 1 Juli 2016.

    Otomatisasi ini pun berlaku bagi pendidik yang telah berkualifikasi pendidikan D4 atau S1 namun belum melakukan update portofolio pada bagian Riwayat Pendidikan.

    Sehingga guru-guru yang dalam portofolio (Riwayat Pendidikan) di Simpatika, belum berkualifikasi pendidikan D4/S1 akan otomatis dialihfungsikan menjadi tenaga kependidikan.

    Kenapa Ada Pembatasan Kualifikasi Pendidikan Guru Kemenag?


    Pengumuman Alih Fungsi Otomatis
    Bunyi pengumuman yang otomatis muncul di dasbor PTK yang belum berkualifikasi D4/S1 


    Syarat kualifikasi pendidikan minimal bagi guru ini sempat ramai didengungkan pada 2015 silam. Tampaknya, Kementerian agama tidak main-main untuk melaksanakan pembatasan kualifikasi pendidikan ini.

    Salah satunya adalah dengan melakukan otomatisasi alih fungsi dari guru menjadi tenaga kependidikan.

    Hal ini merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

    Dalam pasal 82 ayat (2) disebutkan bahwa,

    "Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang ini, wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini."

    Undang-undang ini diperkuat lagi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Pada pasal 63 ayat (1), berbunyi:

    "Guru yang tidak dapat memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sebagaimana ditentukan dalam Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen setelah yang bersangkutan diberi kesempatan untuk memenuhinya, kehilangan hak untuk mendapat tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional dan maslahat tambahan,"

    Kementerian Agama pun, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE/DJ.I/PP.00/9/2015 tentang Batas Waktu Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/D4, Rasio Peserta Didik Terhadap Guru RA/Madrasah dan Penilaian Prestasi Kerja Bagi Guru PNS.

    Dampak Pembatasan Kualifikasi Pendidikan


    Dampak utama dari otomatisasi alih fungsi berdasarkan kualifikasi pendidikan ini tentunya adalah tidak bisa tercatatnya jam mengajar guru-guru yang belum D4/S1.

    Meskipun (seumpama) pada kenyataannya mereka tetap diberi kesempatan untuk mengajar, tetapi jam mengajar mereka tidak bisa dimasukkan dalam Jadwal Mengajar Mingguan di layanan Simpatika.

    Sebagaimana kita ketahui, untuk dapat dimasukkan sebagai guru pengajar dalam Simpatika, seorang PTK harus berstatus sebagai pendidik atau guru. Jika berstatus sebagai tenaga kependidikan maka namanya tidak akan muncul dalam saat memilih nama guru di isian Jadwal Mengajar Mingguan.

    Dengan tidak tercatat sebagai guru, pendidik tersebut akan kehilangan hak-haknya terkait dengan pemberian honor sebagai sebagai guru, tunjangan fungsional, dan berbagai maslahat tambahan.

    Yang Harus Dilakukan


    Jika guru tersebut telah memenuhi kualifikasi pendidikan D4/S1 tetapi belum tertulis di Riwayat Mengajar, segeralah update portofolio riwayat mengajar. Cetak S12 (Ajuan Perubahan Data) dan permanenkan perubahan tersebut dengan mengajukan S12 beserta lampiran pendukungnya ke Admin Simpatika Tingkat Kabupaten/Kota.

    Jika tidak? Ya siap-siap menjadi tenaga kependidikan.

    Bagaimana kalau kualifikasi pendidikan pendidik tersebut memang belum D4/S1?

    Bagi guru-guru yang kualifikasi pendidikannya di bawah D4/S1, tampaknya 'tiada maaf bagimu'. Kalau masih tetap ngotot mengajar, itu mah tergantung kebijakan masing-masing Kepala Madrasah dan Yayasan (bagi madrasah swasta). Akan tetapi pada layanan Simpatika status guru tersebut adalah tenaga kependidikan! Dan itu tidak akan bisa ditawar.

    Dengan beralih fungsi menjadi tenaga kependidikan tentunya akan kehilangan hak-haknya untuk mendapat honor sebagai sebagai guru, tunjangan fungsional, dan berbagai maslahat tambahan.

    Pilihannya tinggal dua:

    1. Bertahan di madrasah dengan status sebagai tenaga kependidikan, atau
    2. Balik kanan dan mensupport dari luar madrasah


    Mau tidak mau warga madrasah harus menerima pemberlakuan otomatisasi alih fungsi bagi guru yang belum berkualifikasi pendidikan D4/S1 menjadi tenaga kependidikan.

    Tidak usah berdemo kepada pemerintah apalagi Kementerian Agama. Karena hal ini telah menjadi amanat Undang-undang sejak 2005 silam. Dan kita telah diberi kesempatan untuk memenuhinya selama 10 tahun.

    Read more

    Monday, February 15, 2016

    Kenapa NPK Guru PegID Hilang?

    Kenapa NPK Guru ber-PegID yang pernah muncul tiba-tiba kini hilang kembali dengan tiba-tiba pula?

    Pada awal penerbitan NPK (Nomor Pendidik Kemenag), banyak PTK (terutama yang masih PegID) girang. Lantaran NPK langsung muncul otomatis tanpa melalui pengajuan. tentunya bagi pendidik-pendidik yang memenuhi syarat. Baca : Syarat dan Cara Mendapatkan NPK.

    Girang lantaran terbitnya NPK meleset dari perkiraan para PTK sebelumnya. Sebelumnya, sebagian besar PTK mengira untuk mendapatkan NPK yang nota bene menjadi pengganti NUPTK khusus di naungan Kemenag, PTK harus melakukan pengajuan. Yang bisa saja harus melalui serangkai syarat dan tahapan yang merepotkan.

    Tetapi ternyata NPK tersebut langsung muncul otomatis tanpa dipanggil.

    Sayangnya kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Hanya berselang beberapa hari saja, NPK-NPK yang dimiliki oleh guru-guru yang baru PegID tersebut hilang tanpa bekas.

    NPK hilang dari kotak pesan pemberitahuan yang muncul di dasbor PTK (setiap kali login). Juga hilang dari portofolio. Padahal, NPK milik rekan-rekan mereka yang PNS dan yang telah memiliki NUPTK masih ada.

    NPK mereka hanya bisa dijumpai di Kartu Simpatika yang telah mereka cetak.

    NPK Hilang


    Kenapa NPK Guru PegID Tiba-tiba Hilang?


    NPK muncul tiba-tiba. NPK juga menghilang secara tiba-tiba.

    Padahal PTK  dengan PegID itu juga telah memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan. Persyaratan itu antara lain:

    1. Telah memiliki PegID bintang 4 di layanan Simpatika (aktif permanen)
    2. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal D4/S1.
    3. Telah mengajar pada satminkal madrasah/RA di naungan Kementerian Agama sekurang-kurangnya 2 tahun.
    4. Memiliki riwayat mengajar 4 semester secara berurutan dalam dua tahun terakhir.

    Apa yang terjadi?

    Apakah nantinya pendidik PegID harus melakukan pengajuan untuk mendapatkan NPK?

    Penyebab NPK Pendidik PegID Menghilang


    Ternyata PegID bagi guru-guru ber-PegID tidak menghilang.

    Ternyata NPK pun tidak melalui proses pengajuan namun diberikan otomatis.

    Lho?

    Ya, Nomor Pendidik Kemenag ini hanya ditangguhkan sementara sampai dengan disetujuinya riwayat mengajar Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 oleh admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota.

    Berarti setelah disetujuinya S25?

    Betul sekali. Sistem akan menerbitkan (memunculkan) kembali NPK bagi guru-guru yang masih PegID setelah Riwayat Mengajar Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 yang diajukan oleh Kepala Madrasah melalui Form S25 (Ajuan Keaktifan Kepala Madrasah) disetujui oleh admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota.

    Saat ini fitur Ajuan keaktifan Kepala Madrasah (S25) masih belum diaktifkan. Rencananya fitur ini baru aktif dan bisa dipergunakan pada akhir bulan Februari 2016, seiring dengan penerbitan SKBK dan SKMT.

    Jadi kepada rekan-rekan guru Kemenag yang masih PegIDtidak usah gusar kenapa NPK-nya menghilang dengan tiba-tiba. Tentunya, selama PegId tersebut telah memenuhi pesyaratan untuk mendapatkan NPK sebagaimana tersebut di atas.

    Tunggu saja hingga akhir Februari ini ketika fitur Ajuan Keaktifan Kepala Madrasah (S25) telah diaktifkan. Kemudian minta Kepala Madrasah untuk segera mengajukan S25 tersebut ke Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota (Admin Mapenda). Karena setelah ajuan tersebut disetuji oleh Admin Mapenda, maka NPK yang tiba-tiba hilang akan tiba-tiba muncul kembali.

    Lihat juga video tutorial cara melihat NPK


    Read more

    Sunday, February 14, 2016

    Selalu Gagal Upload Hasil Scan SK

    Selalu gagal saat melakukan upload hasil scan SK adalah salah satu kondisi yang banyak dialami oleh para pendidik (pengguna Simpatika). Baik saat mengunggah hasil scan SK Inmpassing saat Verval Inpassing maupun upload hasil scan Sertifikat Pendidik dan Ijazah terakhir saat Verval NRG di layanan Simpatika.

    Keduanya, Verval Inpassing maupun Verval NRG, memang mensyaratkan untuk mengunggah hasil scan SK dan Ijazah terakhir. Disamping mengisi data sesuai dengan SK yang diterimanya.

    Beberapa kali penulis, baik melalui FansPage Simpatika Mandiri (FansPage Resmi Simpatika Pati) maupun akun FB pribadi, mendapatkan pertanyataan seputar gagalnya proses verval lantaran terkendala upload hasil scan SK tersebut.

    Kenapa Kok Selalu Gagal Upload SK?


    Bisa jadi hal sepele ini membuat stres sebagian pendidik saat melakukan Verval Inpassing maupun Verval NRG.

    Kenapa bisa terjadi?

    Tentang kegagalan saat upload SK Inpassing (tentunya sama dengan saat Verval NRG), pernah saya tulis dalam artikel tentang permasalahan seputar Verval Inpassing. Silakan baca di : 9 Permasalahan dan Solusi Seputar VerVal Inpassing Kemenag

    Ada tiga kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan proses upload hasil pindai SK tersebut. Ketiganya adalah :

    1. Format, ukuran, dan resolusi gambar hasil scan SK
    2. Cache dan riwayat browser
    3. Kekuatan dan sinyal internet

    Dari masing-masing penyebab itu, baru bisa kita tentukan cara menanganinya.

    Gagal Upload Scan SK


    Solusi Tidak Bisa Upload SK Inpassing dan NRG


    Sesuai dnegan kemungkinan penyebab yang telah disebutkan di atas, pastikan bahwa:

    1. Format, Ukuran, dan Resolusi Gambar Hasil Scan Benar


    Pastikan gambar hasil scan SK tersebut memenuhi persyaratakn sebagai berikut:
    1. Berformat JPG, PNG, atau GIF. 
    2. Berukuran minimal 200 KB dan maksimal 1 MB.
    3. Menggunakan resolusi 96 dpi.
    Format Gambar. Saat melakukan scan pastikan gambar hasil scan tersimpan dalam format JPG, PNG, atau GIF. Jangan menyimpan dalam bentuk PDF. Beberapa operator madrasah tampaknya rancu dengan upload gambar hasil scan SK Operator di situs Emis yang menggunakan format PDF. Sekali lagi, layanan Simpatika tidak pernah menggunakan gambar berformat PDF. Sejak awal, format gambar yang digunakan selalu JPG, PNG, dan GIF.

    Ukuran Gambar. Ukuran gambar harus antara 200 KB hingga 1 MB. Jangan kurang dari 200 KB dan jangan lebih dari 1MB. Ada baiknya, saat melakukan scaning (pemindaian) memilih mode dokumen sehingga hasil scan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. 

    Jika masih terlalu besar, perkecil dengan berbagai program pengolah gambar seperti Photoshop, Coreldraw, Paint, Ms Picture Manager (Microsoft Office 2010), ataupun lainnya.

    Berikut ini video tutorial memperkecil ukuran gambar dengan menggunakan Ms Picture Manager (Microsoft Office 2010). Mengingat program ini menjadi program bawaan yang pasti tersedia jika kompternya menggunakan Microsoft Office. Untuk menonton video, klik link berikut ini : Cara Mudah Mengecilkan Gambar dan Foto dengan Ms Picture Manager

    Resolusi Gambar. Umumnya hasil foto dan scan dokumen menghasilkan gambar dengan resolusi 96 dpi. Namun jika sebelumnya program scanning atau foto pernah disetting ulang, bisa saja menghasilkan gambar dengan resolusi yang lebih besar atau lebih kecil.

    Cek resolusi gambar dengan cara :
    1. Klik kanan gambar hasil scan
    2. Pilih (klik) Properties
    3. Klik menu Details
    4. Lihat di bagian 'Image' pada data Horizontal resolution dan Vertical resolution. Keduanya harus berisikan 96 dpi.
    Jika terlalu besar, perkecil dengan software pengolah gambar seperti photoshop dan coreldraw. Pada Photoshop, caranya adalah :
    1. Klik 'Image'
    2. Klik 'Image Size'
    3. Kemudian rubah besar (angka) pada kolom Resulution
    Merubah resolusi gambar
    Cara Merubah Resolusi Gambar dengan Photoshop


    Pada Coreldraw, caranya adalah:
    1. Klik 'File'
    2. Klik 'Export'
    3. Pilih Save Type menjadi JPG-JPEG Bitmaps lalu klik 'Export'
    4. pada jendela yang muncul, isikan nilai Resolution menjadi 96
    5. Klik OK

    2. Bersihkan Cache Browser yang Digunakan


    Cache browser bisa jadi menjadi biang masalah gagalnya upload gambar scan SK dalam layanan Simpatika. 

    Jika format, ukuran, dan resolusi sudah benar namun masih gagal juga saat mengunggah hasil scan ke layanan Simpatika, coba bersihkan cache browser dengan cara sebagai berikut.
    1. Pada browser Google Chrome:
      1. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
      2. Klik 'Alat Lainnya'
      3. Klik 'Hapus data penjelajahan'
      4. Muncul kotak dialog 'Hapus data penjelajahan'
      5. Centang pada jenis informasi (terutama 4 jenis teratas)
      6. Klik 'Hapus data penjelajahan'
      7. Jika perlu, restat (tutup lalu buka lagi) browser Anda
    2. Pada browser Firefox:
      1. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
      2. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
      3. Terbuka tab pengaturan firefox, klik 'Advanced' atau 'Canggih'
      4. Klik 'Network' atau 'Janringan'
      5. Pada bagian 'Cached Web Conten' atau 'Konten Web Tembolok' klik 'Clear Now' atau 'Bersihkan Sekarang'
      6. Jika perlu, restat (tutup lalu buka lagi) browser Anda
    Jika masih bermasalah, atau kesulitan saat membersihkan cache browser, coba dengan menggunakan komputer lain.

    3. Kekuatan dan Stabilitas Sinyal Internet


    Sinyal yang kurang kuat atau tidak stabil dapat mengakibatkan proses gagal upload. Pastikan snyal internet Anda mencukupi dan stabil.

    Itulah beberapa kemungkinan penyebab terjadinya gagal upload SK di layanan Simpatika. Dan solusi untuk mengatasi kendala gagal upload SK. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan PTK, Operator Madrasah, dan Kepala Madrasah dalam ber-Simpatika.

    Salam Simpatika.
    Read more

    Thursday, February 11, 2016

    Sudah Verval NRG Tahun 2015 Haruskah Verval Lagi?

    Ada sebuah pertanyaan yang masuk di Fanspage Facebook Simpatika Mandiri (Halaman FB Resmi Simpatika Pati). Pertanyaan seputar Verval NRG.

    Tahun kemarin, 2015, penanya telah mengikuti VerVal tetapi sampai sekarang statusnya masih 'Penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) masih diproses oleh Admin Simpatika PUSBANGPRODIK.

    Yang jadi pertanyaan, apakah PTK tersebut harus melakukan VerVal ulang?

    Pertanyaan tersebut kemudian menjadi berkembang menjadi:

    1. Sudah VerVal NRG dan pengajuannya sudah disetujui ditandai dengan munculnya NRG di dasbor PTK.
    2. Sudah Verval NRG tetapi S26a/S26b2/S26b3/S26b4/S26b5 belum disetorkan ke Admin Kabupaten/Kota (Mapenda)
    3. Sudah VerVal NRG namun belum disetujui oleh Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota.
    4. Sudah Verval NRG, sudah disetujui Admin Mapenda (Kabupaten/Kota) namun masih diproses oleh Admin Pusbangprodik.
    5. Sudah Verval NRG namun ditolak

    Verval NRG 2016


    Maklum saja jika kemudian menjadi pertanyaan bagi sebagian Pendidik pemilik NRG. Karena di pemberitahuan yang dirilis oleh Tim Pusat Simpatika tidak menyebutkan secara spesifik siapa saja yang harus melakukan Verval NRG. Apakah semua PTK pemilik NRG yang belum melakukan VerVal ataukah justru hanya pemilik NRG yang belum verval. Apakah yang sudah pernah verval harus verval NRG lagi?

    Baca juga: 

    Apakah Harus Verval Ulang?


    Mari kita urai satu persatu.

    Terkait dengan PTK yang telah melakukan Verval NRG pada tahun sebelumnya (2015) ada yang harus melakukan VerVal Ulang dan ada yang tidak perlu melakukan verval ulang.

    PTK yang Harus Verval NRG Tahun 2016


    PTK yang harus melakukan VerVal NRG tahun ini adalah pendidik yang telah bersertifikat pendidik yang pada verval edisi sebelumnya (2015) belum mengikuti verval atau sudah mengikutinya tetapi gagal atau ditolak.

    Pemilik Sertifikat Pendidik yang pada VerVal NRG Tahun 2015 kemarin belum mengikuti verval, wajib untuk mengikuti verval pada periode kali ini. Verval NRG yang dilakukan bisa salah satu diantara berikut ini:
    1. Pengajuan NRG Baru (S26a)
    2. Verval NRG (S26b2)
    3. Klaim NRG (S26b3)
    4. Sengketa NRG (S26b4)
    5. Perbaikan Data NRG (S26b5)
    Kelompok kedua yang harus mengikuti verval adalah pendidik yang telah mengikuti verval tahun 2015 silam tetapi gagal atau ditolak (baik oleh Admin tingkat Kabupaten/Kota ataupun tingkat berikutnya). Kelompok ini bisa terdiri atas:
    1. Sudah Verval NRG tetapi S26a/S26b2/S26b3/S26b4/S26b5 belum disetorkan ke Admin Kabupaten/Kota (Mapenda).
    2. Sudah VerVal NRG namun belum disetujui oleh Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota.
    3. Sudah Verval NRG namun ditolak
    Bagi yang sebelumnya sudah VerVal NRG, silakan batalkan kemudian Ajukan VerVal kembali.

    Baca juga : 9 Permasalahan dan Solusi Seputar VerVal Inpassing Kemenag

    PTK yang Tidak Perlu VerVal NRG Tahun 2016


    Sedangkan bagi pendidik yang pada tahun 2015 kemarin telah mengikuti verval NRG dan statusnya salah satu sebagai berikut, TIDAK PERLU VERVAL ULANG. Status tersebut adalah :
    1. Sudah VerVal NRG dan pengajuannya sudah disetujui ditandai dengan munculnya NRG di dasbor PTK.
    2. Sudah Verval NRG, sudah disetujui Admin Mapenda (Kabupaten/Kota) namun masih diproses oleh Admin Pusbangprodik

    Bagi pendidik dengan status pertama, NRG yang muncul di dasbor PTK pada layanan Simpatika sudah valid dan sesuai dengan database Pusbangprodik. Karena sudah valid maka tidak perlu melakukan verval ulang. NRG tersebut sudah bisa dipergunakan dalam berbagai keperluan baik di lingkungan Kementerian Agama maupun Kemendikbud. 

    Sedang bagi pendidik dengan status kedua (masih diproses oleh Admin Pusbangprodik), tidak perlu melakukan verval ulang karena penerbitan NRG tinggal menunggu proses yang berlangsung di Pusbangprodik.

    Verval NRG Disetujui
    Tampilan Ajuan Verval NRG yang telah disetujui, ditandai dengan munculnya NRG yang valid

    Verval NRG Diproses Pusbangprodik
    Tampilan Ajuan Verval NRG yang masih diproses Admin Pusbangprodik


    Status Diproses Pusbangprodik Kok Terus


    Perlu dipahami bahwa penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) menjadi kewenangan Pusbangprodik (Pusat Pengembangan Profesi Pendidik) Kemendikbud. Termasuk dalam hal verifikasi dan validasi keaslian NRG. Bukan kewenangan Dirjen Pendis Kemenag apalagi layanan Simpatika.

    Simpatika (yang sebelumnya bernama Padamu Negeri) hanya menjadi sarana untuk melakukan VerVal NRG.

    Pada Verval NRG tahun 2015, Padamu Negeri masih menjadi 'milik' Kemendikbud. Sayangnya, saat Verval tersebut belum tuntas pada Juli 2015, Padamu Negeri tidak lagi dipakai oleh Kemendikbud. Akhirnya, Padamu Negeri digunakan oleh Kemenag dan berubah menjadi Simpatika. Otomatis proses verval yang tengah berjalan tersebut terputus di tengah jalan.

    Baru pada akhir 2015, Dirjen Pendis Kemenag melakukan koordinasi ulang dengan Pusbangprodik untuk melanjutkan proses Verval NRG yang sempat terhenti. Hasilnya, Verval NRG kembali dibuka pada Semester 2 Tahun pelajaran 2015/2016.

    Karena tahapan VerVal NRG tahun 2016 baru akan berakhir pada 30 Juni 2016, maka pemilik NRG dengan status "Diproses Pusbangprodik" tampaknya harus bersabar hingga 30 Juni 2016.

    Saat ini guru yang telah bersertikat pendidik tinggal melakukan tiga hal sesuai dengan situasi masing-masing. Pertama duduk manis sambil senyum-semyum karena NRG-nya telah muncul, kedua duduk sambil harap-harap cemas karena status vervalnya masih "diproses admin Pusbangprodik", dan yang ketiga melakukan Verval NRG (ulang ataupun baru).
    Read more

    Wednesday, February 10, 2016

    9 Permasalahan dan Solusi Seputar VerVal Inpassing Kemenag

    Verval Inpassing Guru Bukan PNS Kemenag telah dibuka. Pemilik SK Inpassing dapat melakukan VerVal Inpassing melalui akun PTK di layanan Simpatika masing-masing.

    Dalam pelaksanaannya, sebagaimana hal-hal baru lainnya, pasti menimbulkan berbagai pertanyaan terkait permasalahan yang dihadapi oleh PTK. Sedangkan untuk syarat dan cara melakukan verval Inpassing silakan baca artikel sebelumnya.

    Untuk memudahkan, pembahasan permasalahan seputar VerVal Inpassing ini akan dibuat selayaknya tanya jawab yang terdiri atas contoh kasus dan solusi yang bisa dilakukan.

    Kasus dan Solusi VerVal Inpassing


    Permasalahan Solusi VerVal Inpassing


    Berikut adalah berbagai permasalahan (kasus dan kendala) beserta jawaban dan solusinya.

    Kasus #1, Tidak Memiliki SK Inpassing


    Pendidik yang tidak memiliki SK Inpassing apakah harus melakukan VerVal Inpassing?

    Solusi:

    VerVal Inpassing diselenggarakan sebagai proses verifikasi dan validasi keabsahan (asli atau tidak) SK Inpassing yang dipunyai oleh setiap pendidik di naungan Kementerian Agama. Jika tidak memiliki SK Inpassing terus apa yang akan diverval (dicek asli atau tidaknya). 

    Jadi guru yang tidak memiliki SK Inpassing tidak perlu melakukan VerVal Inpassing. Guru-guru ini, saat masuk ke dasbor PTK di layanan Simpatika dan melihat ada menu 'Verval Inpassing' cukup dilihat saja.

    Kasus #2, PNS


    Seorang guru mendaftar mengikuti Inpassing pada pendataan yang dilakukan beberapa tahun silam (katakanlah tahun 2010). Empat tahun kemudian (2014) guru tersebut diangkat sebagai guru PNS. Tahun 2015, terbitlah SK Inpassing. Apakah guru tersebut harus mengikuti VerVal Inpassing?

    Solusi:

    Inpassing merupakan proses penyetaraan kepangkatan, golongan, dan jabatan fungsional Guru Bukan PNS (GBPNS) dengan kepangkatan, golongan, dan jabatan guru Pegawai Negeri Sipil. Sehingga Inpassing hanya berlaku bagi Guru Bukan PNS (GBPNS). Dengan kata lain, Inpassing bagi yang kemudian diangkat menjadi guru PNS otomatis gugur.

    Jadi, meskipun memiliki SK Inpassing, guru PNS tidak perlu melakukan VerVal Inpassing.

    Kasus #3, Terdaftar Inpassing tetapi Tidak Memiliki SK Inpassing


    Kasusnya seorang pendidik sudah Inpassing tetapi belum menerima SK Inpassing. Pendidik tersebut hanya diberikan Nomor SK, TMT Inpassing, Jabatan, Pangkat, dan Golongan Ruang, dan Jumlah Angka Kredit.

    Lho kok bisa?

    Intinya pendidik tersebut mengetahui status Inpassingnya berdasarkan sebuah daftar. Namun SK Inpassingnya belum diberikan alias belum diterima. Dimungkinkan karena satu dan lain hal SK tersebut terlambat dibagikan.

    Solusi:

    Pendidik yang belum menerima SK Inpassing tetap tidak dapat mengikuti verval Inpassing. Karena dalam proses verval harus mengunggah file hasil scan (pindai) SK Inpassing. File ini nanti yang menjadi salah satu bukti persetujuan VerVal baik di tingkat Admin Penmad (Kab/Kota), Kanwil Kemenag, maupun Dirjen Pendis.

    Jika tidak memiliki SK Inpassing, kemudian apa yang harus discan dan diunggah ke dalam sistem? Tentunya tidak bisa digantikan dengan Surat Keterangan dari RT.

    Kasus #4, Verval Ditutup Sementara


    Saat hendak melakukan VerVal di layanan Simpatika, PTK disambut dengan pesan, Mohon Maaf, VerVal Inpassing untuk periode semester tahun ini, sementara ditutup.

    Solusi:

    Kasus seperti ini lumayan banyak terjadi. Hal ini diakibatkan oleh cache browser dalam komputer yang dipergunakan. 

    Solusi permasalahan ini ada beberapa, pilih salah satu:
    1. Bersihkan cache (tembolok), riwayat, dan data browser yang digunakan. Caranya:
      1. Pada browser Google Chrome:
        1. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
        2. Klik 'Alat Lainnya'
        3. Klik 'Hapus data penjelajahan'
        4. Muncul kotak dialog 'Hapus data penjelajahan'
        5. Centang pada jenis informasi (terutama 4 jenis teratas)
        6. Klik 'Hapus data penjelajahan'
        7. Restat (tutup lalu buka lagi) browser Anda
      2. Pada browser Firefox:
        1. Klik menu kontrol (gambar tiga garis bersusun) di pojok kanan atas
        2. Klik 'Options' atau 'Pengaturan'
        3. Terbuka tab pengaturan firefox
        4. Klik 'Advanced' atau 'Canggih'
        5. Klik 'Network' atau 'Janringan'
        6. Pada bagian 'Cached Web Conten' atau 'Konten Web Tembolok' klik 'Clear Now' atau 'Bersihkan Sekarang'
        7. Restat browser Anda
    2. Gunakan browser lainnya. Jika pesan VerVal Ditutup muncul di firefox, cobalah buka dengan chrome, opera, atau browser lainnya.
    3. Gunakan mode penyamaran pada browser dengan mengaktifkan "Jendela Browser Pribadi"; "Jendela penyamaran" atau "Mode Incognito"
    4. Gunakan komputer atau laptop lainnya

    Dengan menggunakan salah satu dari empat pilihan di atas, dijamin peringatan VerVal Ditutup akan hilang. Kecuali jika memang benar-benar terjadi perbaikan sistem dari admin pusat.

    Kasus #5, Gagal Mengunggah Hasil Scan SK Inpassing


    Semua sudah benar tinggal mengunggah hasil scan SK Inpassing atau malah tinggal mengklik perintah 'Simpan & Cetak Surat Ajuan' tetapi malah gagal mengunggah file scan SK Inpassing. Atau muncul pesan "Data scan file tidak ditemukan".

    Solusi:

    Scan SK Inpassing dan simpan dalam format JPG, JPEG, PNG, atau GIF. Ukuran file harus antara 200 KB hingga 1 MB. Jangan lebih dan jangan kurang.

    Dan jangan lupa, pastikan resolusi yang digunakan adalah 96 dpi.

    Kasus #6, Data Dalam SK Inpassing Sudah Berubah


    Karena dinamika pendidik, data dalam SK Inpassing bisa saja sudah mengalami perubahan. Semisal di dalam SK Inpassing satuan pendidikannya masih tertulis di MI Miftahul Falah, padahal pendidik tersebut saat ini telah melakukan mutasi ke MI Tarbiyatusy Syubban. Atau bisa terjadi jenis mata pelajaran yang tertulis dalam SK Inpassing tidak sesuai dengan mata pelajaran sertifikasi.

    Satuan pendidikan mana yang harus ditulis? MI Miftahul Falah ataukah MI Tarbiyatusy Syubban?

    Solusi:

    Tulis data sesuai dengan yang tercantum dalam SK Inpassing.

    Lha, datanya ntar jadi gak sesuai?

    Untuk urusan perubahan data (mengganti sesuai yang benar) nanti menggunakan proses Ajuan Perubahan Data (S12). Namun setelah masa VerVal Inpassing 2016 ini selesai.

    Kasus #7, Data Dalam SK Inpassing Salah


    Banyak pendidik yang kaget karena saat menerima SK Inpassing ternyata data yang tertulis di dalamnya terdapat kesalahan. Semisal:
    1. kesalahan penulisan pada tanggal lahir (11 Desember 1979 ditulis 12 November 1979) 
    2.  kesalahan penulisan nama madrasah (yang seharusnya MTs. Al Islah tertulis MTs. Al Islam)

    Yang mana yang harus ditulis? Sesuai yang tertera di SK ataukah yang sebenarnya?

    Solusi:

    Tulis data sesuai dengan data yang benar.

    Berikut hasil screen shoot jawaban CS Siap



    Kasus #8, Tidak Ada Pilihan Guru Kelas


    Saat memilih jenis guru dalam isian VerVal Inpassing tidak tersedia pilihan Guru Kelas MI dan Guru Kelas RA. Yang tersedia hanyalah Guru Mata pelajaran, Guru BK, dan Guru BK-TIK. Bagaimana bagi guru Kelas RA dan Guru Kelas MI. Apa yang harus dipilih?

    Solusi:

    Pada awal-awal dibukanya fitur VerVal Inpassing, pilihan yang muncul memang hanya tiga jenis guru. Ketiganya adalah Guru Mata pelajaran, Guru BK, dan Guru BK-TIK. Namun mulai Rabu Siang, Admin Simpatika Pusat telah melakukan eskalasi atau penambahan pilihan menjadi empat jenis yaitu:

    1. Guru Kelas
    2. Guru Mata Pelajaran
    3. Guru BK
    4. Guru BK-TIK

    Tetapi punya saya kok masih tiga pilihan saja?

    Kalau yang muncul masih tetap tiga pilihan (tanpa adanya Guru Kelas), dimungkinkan karena cache browser komputer. Lakukan hal seperti yang tertera pada solusi Kasus #4 di atas. Yaitu:
    1. Bersihkan cache (tembolok) browser
    2. Gunakan browser lainnya
    3. Gunakan mode penyamaran pada browser
    4. Gunakan komputer atau laptop lain

    Kasus #9, Riwayat Inpassing di Portofolio Tetap Kosong


    Verval sudah berhasil, S31a sudah disetor ke admin Kabupaten/Kota, bahkan S31b sudah diterima, tetapi Riwayat Inpassing di Portofolio masih tetap kosong?

    Solusi:

    Kasus tersebut sebenarnya bukan masalah.

    Lho?

    Data Riwayat Inpassing akan terisi otomatis jika VerVal tersebut telah disetujui oleh Admin Ditjen Pendis Kemenag Pusat. Dan itu tentunya memerlukan waktu karena VerVal Inpassing ini dilakukan secara berjenjang mulai dari Admin Penmad Kab./Kota, Admin Kanwil Kemenag, dan Admin Dirjen Pendis Kemenag Pusat.

    Sehingga solusi dari kasus tidak munculnya data Riwayat Inpassing di Portofolio ini hanyalah satu: sabar!

    Rekan-rekan guru, operator madrasah, dan Kepala Madrasah se-Indonesia, itulah 9 kasus atau permasalahan yang muncul dalam VerVal Inpassing dan solusi pemecahannya.

    Semoga bermanfaat. Salam Simpatika!
    Read more

    Cara Verval Inpassing di Simpatika [Lengkap]

    Banyak yang menanyakan tentang cara melakukan Verval Inpassing bagi guru Non PNS Kemenag di layanan Simpatika. Tapi karena fitur verval Inpassing sempat 'menghilang' selama berhari-hari sedangkan saya sendiri belum sempat mencoba, maka saya hanya bisa menjawabnya, sabar!

    Nah kesabaran itu akhirnya berbuah manis juga.

    Hari ini, Selasa 9 Februari 2016, fitur Verval Inpassing bisa digunakan kembali.

    Setelah saya mempraktekkan melakukan pengisian Verval Inpassing terhadap salah satu guru Non PNS di madrasah saya, akhirnya saya memberanikan diri membuat tutorial proses, tahapan, dan cara Verval Inpassing.

    Meskipun masih terdapat beberapa hal yang mengganjal dan membutuhkan penjelasan. Apa saja itu? Nanti akan diuraikan di akhir artikel.

    Siapa yang Harus Melakukan Verval Inpassing


    Verval Inpassing Kemenag


    Inpassing adalah proses penyetaraan kepangkatan, golongan, dan jabatan fungsional Guru Bukan PNS (GBPNS) dengan kepangkatan, golongan, dan jabatan guru Pegawai Negeri Sipil. Inpassing bertujuan untuk tertib administrasi, pemetaan guru dan kepastian pemberian tunjangan.

    Sedang Verval Inpassing adalah proses verifikasi dan validasi keaslian SK Inpassing yang beredar di tangan pendidik yang mengajar di naungan Kementerian Agama. Verval Inpassing diselenggarakan menggunakan layanan Simpatika.

    Berdasarkan hal tersebut di atas (sebelumnya pernah saya tulis di artikel Syarat Verval Inpassing), yang dapat mengikuti verval kali ini adalah:

    1. Guru Bukan PNS (GBPNS) 
    2. Telah memiliki SK Inpassing, 
    3. Memiliki akun Simpatika.


    Jika tidak memiliki SK Inpassing tetapi telah mengetahui jabatan, pangkat, golongan ruang, masa kerja, angka kredit, dan lain-lain terkait Inpassing? Tetap tidak bisa! Karena dalam proses verval ini nanti salah satu syaratnya adalah mengunggah file hasil scan SK Inpassing. Apa yang akan di scan jika SK-nya tidak ada?


    Cara Melakukan Ajuan Verval Inpassing

    Cara melakukan verval Inpassing adalah seperti dalam video berikut ini


    Untuk melakukan verval Inpassing, masing-masing guru pemilik SK Inpassing harus:

    1. Login ke akun Simpatika dan memilih menu layanan PTK
    Cara login ke layanan Simpatika silakan baca artikel : Cara Login dan Logut ke Simpatika
    2. Pada dasbor PTK, klik menu Verval Inpassing
    3. Klik Formulir
    Dalam beberapa kasus, peringatan bahwa verval ditutup sementara. Jika terjadi hal itu, solusinya silakan baca di bagian akhir artikel ini.
    4. Muncul halaman Formulir Ajuan Verval Inpassing. Lengkapi kolom-kolom yang ada sesuai dengan SK Inpassing.

    1. Terhitung Mulai Tanggal
    2. Nomor SK Inpassing
    3. Golongan
    4. Jumlah Angka Kredit
    5. Masa Kerja
    6. Jenis Guru
    7. Tugas Mata Pelajaran
    8. Satuan Pendidikan
    Isikan kolom 1-8 tersebut sesuai dengan keputusan point PERTAMA di dalam SK Inpassing

    5. Klik menu Pilih File pada bagian menu Hasil Scan SK dan pilihlah file hasil scan SK Inpassing yang sudah dipersiapkan sebelumnya. File dapat menggunakan format JPG, JPEG, PNG, atau GIF. Ukurannya antara 200 KB hingga 1 MB.
    6. Jika sudah, klik Simpan & Cetak Surat Ajuan
    7. Muncul Form S31a (Surat Ajuan Verval Inpassing), cetak.
    8. Mintakan tanda tangan kepada Kepala Madrasah dan lampiri dengan foto copy SK Inpassing
    9. Kirimkan S31a (beserta lampirannya) ke Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota
    10. Admin Simpatika di tingkat Kab./Kota akan melakukan persetujuan melalui sistem Simpatika.
    11. Admin Simpatika di tingkat Kab./Kota mencetak S31b (Surat Tanda Bukti Penerimaan Ajuan Verval Inpassing) dan memberikan kepada PTK

    Langkah Selanjutnya


    Dengan diterbitkannya S31b oleh Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota bukan berarti proses dan tahapan verval telah selesai.

    Ajuan verval tersebut akan diteruskan oleh sistem secara berjenjang mulai dari Admin Simpatika di Kanwil Kemenag hingga Dirjen Pendidikan Islam Kemenag.

    Prosesnya otomatis.

    PTK tinggal memantau tahapan tersebut di akun masing-masing. Setiap tahapan yang disetujui akan ada notifikasi (pesan) di layanan Simpatika pada menu Verval Inpassing. Jadi PTK dapat memantau dengan membuka akun Simpatika masing-masing dan melihat status vervalnya di menu Verval Inpassing.

    Pada tahap terakhir, jika Dirjen Pendis menyetujui verval tersebut, data Inpassing akan tertulis secara otomatis (muncul) di portofolio PTK pada sub-bagian Riwayat Pegawai.

    Permasalahan Terkait Verval Inpassing


    Ternyata terdapat banyak permasalahan dan kendala terkait dengan pelaksanaan proses verval Inpassing. Beberapa kasus itu antara lain:

    1. Verval Ditutup Sementara; saat mengklik menu Verval Inpassing yang muncul adalah peringatan bahwa verval ditutup. Peringatannya adalah VerVal Inpassing untuk periode semester tahun ini sementara ditutup.
    2. Gagal mengunggah file hasil scan SK Inpassing.
    3. Data dalam SK Inpassing tidak sesuai (salah). Semisal kesalahan tanggal lahir, sudah pindah (mutasi) sekolah induk, salah mata pelajaran dan lain-lain.
    4. Jenis guru yang tersedia pada pilihan hanya (1) Guru Mata Pelajaran, (2) Guru BK, dan (3) Guru BK-TIK. Tidak terdapat pilihan untuk Guru Kelas MI dan Guru Kelas RA.
    5. Telah terdaftar dalam Inpassing tetapi belum mendapatkan SK Inpassing. Sehingga nomor SK, pangkat, golongan ruang, masa kerja, hingga angka kredit sudah diketahui tetapi SK Inpasing secara fisik belum didapatkan.
    Lima permasalahn itu ternyata cukup panjang jika dibahas. Karena itu akan diuraikan permasalahan beserta solusi dari tiap kendala tersebut dalam artikel tersendiri.

    Baca : Kendala dan Solusi Terkait Verval Inpassing

    Karena fitur VerVal Inpassing telah diaktifkan maka bagi guru-guru Kemenag yang telah memiliki SK Inpassing untuk segera melakukan Verval. Dan semoga artikel tentang cara verval Inpassing di Simpatika ini bisa membantu teman-teman guru.




    Read more

    Sunday, February 7, 2016

    Cara Melakukan Non Aktif PTK di Layanan Simpatika

    Dalam perjalanannya, PTK di sebuah madrasah pasti mengalami dinamika. Salah satu dinamika tersebut adalah adanya guru yang non aktif, mutasi, atau alih fungsi. Bagaimana cara melakukan set PTK non aktif di madrasah pada layanan Simpatika?

    Guru non aktif bisa dikarenakan berbagai hal dan sebab. Salah satunya antara lain karena:

    1. Meninggal dunia
    2. Pensiun
    3. Mengundurkan diri
    4. Dipecat

    Guru atau PTK dengan kondisi tersebut harus dilakukan prosedur non aktif di layanan Simpatika. Karena jika tidak, tentunya akan membuat ruwet administrasi madrasah termasuk dalam pembagian jam mengajar.

    Sedangkan untuk kondisi guru yang izin mengikuti pendidikan (meneruskan kuliah) tidak harus melakukan prosedur non aktif. Cukup dengan melakukan prosedur 'cuti belajar' yang juga tersedia di layanan Simpatika.

    Non Aktif PTK


    Prosedur Non Aktif PTK


    Bagaimana prosedur dan cara melakukan non aktif PTK?

    Prosedurnya adalah:
    1. PTK yang bersangkutan mengajukan diri (untuk kasus mengundurkan diri) secara tertulis.
    2. Setelah mendapatkan persetujuan dari Yayasan atau Madrasah yang mengangkat, Kepala Madrasah atau Operator Madrasah melakukan proses penonaktifan PTK melalui layanan Simpatika. Hasilnya akan tercetak formulir SM04.
    3. Kepala Madrasah mengajukan pengunduran diri tersebut (SM04) ke admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota.
    4. Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota menyetujui penonaktifan

    Admin Madrasah Melakukan Non Aktif PTK


    Admin Madrasah (bisa Kepala Madrasah atau Operator Madrasah) memproses penonaktifan PTK melalui Akun Madrasah di Layanan Simpatika. 

    Untuk melakukan non aktif PTK, caranya adalah :

    1. Admin Madrasah login ke situs Simpatika dan memilih Akun Sekolah pada dasbor layanan.
    Cara login ke Simpatika, baca artikel sebelumnya : Cara Login dan Logout ke Simpatika
    2. Pada Dasbor Sekolah, klik menu Pendidik & Tenaga Kependidikan
    3. Pilih menu PTK Non Aktif
    4. Klik kotak Laporkan PTK Non Aktif
    5. Muncul daftar nama PTK di madrasah tersebut. Klik pada nama PTK yang akan dinonaktifkan
    6. Muncul kotak Pengajuan Non Aktif Pendidik & tenaga Kependidikan. Isi kolom-kolom yang tersedia. Pada kolom 'Alasan Pemblokiran' bisa dipilih antara lain pensiun, meninggal dunia, mengundurkan diri, duplikasi, tidak memenuhi syarat, diblokir sistem, dan lain-lain.
    7. Jika sudah klik Simpan.
    8. Akan muncul Surat Pengajuan penonaktifan PTK (Form SM04). Cetak form tersebut.
    9. Kirimkan SM04 (Surat Pengajuan penonaktifan PTK) dengan dilampiri persyaratan sebagai tercantum di dalam surat, ke Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota untuk dipermanenkan

    Secara lebih lengkap, langkah-langkah tersebut dapat disimak dalam video tutorial berikut ini:


    jangan lupa untuk menyetorkan SM04 (Surat Pengajuan penonaktifan PTK) ke Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota. Karena tanpa persetujuan Admin Kabupaten/Kota maka pengajuan non aktif tersebut tidak akan tercatat secara permanen di dalam sistem.

    Read more

    Friday, February 5, 2016

    Cara Mendaftar (Registrasi) PTK Baru di Layanan Simpatika

    Cara mendaftar atau registrasi PTK baru di layanan Simpatika tentunya tidak dibutuhkan oleh pendidik yang telah memiliki NUPTk ataupun PegID. Namun sebaliknya, syarat, tata cara, dan tahapan serta proses pengajuan registrasi PTK baru tentunya sangat dicari oleh PTK yang belum memiliki akun Simpatika.

    Bagi PTK yang telah memiliki PegId ataupun NUPTK di madrasah atau sekolah lain (baik di bawah naungan Kemenag ataupun Kemendikbud) dapat menggunakan PegId dan NUPTK yang telah dipunyai. Tinggal melakukan prosedur mutasi PTK.

    Selengkapnya tentang mutasi PTK, baca Cara Pengajuan Mutasi Madrasah/Sekolah PTK di Simpatika

    Syarat Registrasi PTK Baru


    Persyaratan untuk melakukan registrasi PTK baru adalah sebagai berikut.


    1. Belum memiliki PegID ataupun NUPTK
    2. Menjadi PTK di Madrasah/Sekolah yang dibuktikan dengan SK Pengangkatan 
    3. Mengisi Formulir A05

    Formulir A05 atau Formulir Registrasi PTK dapat diunduh di halaman Download Formulir Simpatika

    Cara Registrasi PTK Baru


    PTK Baru


    Sebelumnya, PTK baru mengunduh Formulir A05 (Formulir Registrasi PTK). Formulir tersebut diisi kemudian serahkan kepada Admin Madrasah atau Kepala Madrasah, dengan dilampiri:
    1. Pas photo berwana ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar
    2. Copy Kartu Keluarga
    3. Copy Ijazah SD (Terendah)
    4. Copy Ijazah Pendidikan Tertinggi
    5. Copy SK Pengangkatan sebagai PTK di madrasah tersebut
    A05 beserta lampirannya tersebut diserahkan kepada Admin Madrasah atau Kepala Madrasah untuk dimasukkan ke dalam sistem melalui "Layanan Sekolah" di Simpatika.

    Operator atau Kepala Madrasah


    Registrasi PTK Baru


    Admin Madrasah atau Kepala Madrasah memasukkan isian dalam A05 ke dalam sistem Simpatika. Caranya:

    1. Login ke situs Simpatika

    Baca : Cara Login dan Logout di Simpatika

    2. Pada Dasbor Layanan Simpatika pilih Sekolah
    3. Setelah masuk di Dasbor Sekolah, pilih Pendidik & Tenaga Kependidikan
    4. Klik menu Registrasi PTK yang terletak di bagian kanan
    5. Klik Entri Formulir A05
    6. Isi kolom-kolom yang tersedia sesuai dengan Formulir A05
    7. Bila sudah, klik Lanjut
    8. Muncul halaman konfirmasi data, cek dan jika benar klik Simpan
    9. Muncul notifikasi bahwa aplikasi berhasil menyimpan data ajuan, klik Cetak
    10. Akan muncul Surat Aktivasi Akun PTK (S02), cetak dan serahkan kepada PTK

    Lebih jelasnya, simak video tutorial berikut ini:



    Surat Aktivasi Akun PTK (S02) berisikan PegID dan Kode Aktivasi. Keduanya digunakan oleh PTK baru untuk melakukan aktivasi di layanan Simpatika.

    Dengan dicetaknya S02, PTK baru tersebut telah terdaftar di data PTK madrasah yang bersangkutan. Namun pekerjaan belum selesai.

    Lho, kok?

    Ya, karena sampai tahap ini PTK tersebut baru berstatus bintang satu.

    Dibutuhkan langkah-langkah berikutnya agar PTK baru tersebut mencapai status 'bintang 4'. Dengan status bintang 4 ini PTK baru tersebut baru memiliki PegID yang terdaftar permanen di sistem Simpatika.

    Jika belum berbintang 4, maka PTK tersebut tidak dapat disertakan dalam pengisian Jadwal Mengajar Mingguan.

    Langkah-langkah Agar Bintang 4 (PegID Permanen)


    Langkah-langkah agar sampai 'bintang 4' antara lain:

    1. PTK melakukan Aktivasi Akun dan Pengisian Data PTK. Sampai di tahap ini PTK akan berstatus 'bintang 2'
    2. Setelah melakukan Aktivasi Akun dan Pengisian Data PTK, PTK baru memberitahu kepada Admin Madrasah/Kepala Madrasah.
    3. Oleh Admin Madrasah atau kepala Madrasah dilakukan Registrasi PTK Baru Level 2 melalui akun madrasah di layanan Simpatika. Admin Madrasah menerbitkan Form S05 dan S07. Sampai tahap ini PTK akan berstatus 'bintang 3'
    4. S07 beserta berkas kelengkapannya dikirim ke Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota untuk diverval. Jika disetujui akan diterbitkan S08.
    5. Dengan menerima S08, PTK baru tersebut telah memiliki PegID yang aktif/permanen (status bintang 4).
    Untuk lebih jelasnya, simak video tutorial berikutnya : Video Tutorial Aktivasi Akun dan verval L2
    Read more

    Download Jenis Formulir Pendaftaran dalam Simpatika

    Download Jenis Formulir Pendaftaran dalam Simpatika. Dalam layanan Simpatika terdapat sedikitnya lima jenis dokumen formulir offline yang harus diisi untuk mendaftar atau registrasi suatu hal. Jenis-jenis formulir tersebut umumnya digunakan ketika seorang PTK pertama kali mendaftar untuk suatu fungsi atau jabatan tertentu.

    Kelima jenis formulir di Simpatika tersebuta adalah:

    Formulir A01 (Formulir Verval NUPTK)


    Formulir A01 digunakan untuk mendaftar PTK yang telah memiliki NUPTK untuk mengikuti verval NUPTK level 1 pada periode verval yang pertama kali, yakni 2013.

    Formulir ini hanya digunakan pada periode verval 2013 silam, saat pertama kali Padamu Negeri dilaunching. Dan umumnya akan tercetak secara otomatis saat PTK melakukan registrasi pertama kali.

    Download Formulir A01

    Formulir A05 (Formulir Registrasi PTK)


    Formulir A05 atau Formulir Registrasi PTK dipergunakan bagi PTK yang belum memiliki NUPTK dan PegID (belum memiliki akun di Simpatika) untuk mendaftar ke layanan Simpatika.

    PTK yang belum memiliki akun Simpatika mengisi Formulir A05 lalu menyerahkannya ke Admin Madrasah atau Kepala Madrasah. Oleh Admin Madrasah, A05 diisikan ke dalam sistem untuk mendapatkan kode aktivasi yang kemudian bisa digunakan oleh PTK untuk mendaftar Verval Level 1 di Simpatika (Aktivasi Akun dan Pengisian Data PTK)

    Dari Verval Level 1 ini terus berlanjut (sesuai tahapan) sehingga akhirnya PTK mendapatkan PegID berbintang 4 (PegID aktif).

    Download Formulir A05

    Formulir Simpatika
    Formulir Simpatika


    Formulir A06 (Formulir Registrasi Pengawas Madrasah)


    Formulir A06 atau Formulir Registrasi PTK Pengawas Madrasah dipergunakan bagi Pengawas Madrasah yang belum memiliki NUPTK dan PegID (belum memiliki akun di Simpatika) untuk mendaftar ke layanan Simpatika.

    Pengawasa madrasah yang belum memiliki akun Simpatika mengisi Formulir A06 lalu menyerahkannya ke Admin Simpatika tingkat Kabupaten/Kota. Oleh Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota, A06 diisikan ke dalam sistem Simpatika untuk memperoleh kode aktivasi yang kemudian bisa digunakan oleh Pengawasa Madrasah untuk mengaktifkan akun Simpatikanya.

    Download Formulir A06

    Formulir A09 (Formulir Ajuan Jabatan Kepala Madrasah)


    Formulir A09 atau Formulir Ajuan Jabatan Kepala Madrasah adalah formulir yang dipergunakan oleh PTK (yeng telah memiliki akun Simpatika) yang telah diangkat sebagai Kepala Madrasah.

    Sebagaimana diketahui bahwa pergantian dan pengangkatan Kepala Madrasah hanya bisa dilakukan oleh Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota.

    Kepala Madrasah baru mengisi Formulir A09 dan menyerahkannya ke Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota. Berdasarkan A09 tersebut, Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota melakukan pengangkatan atau pergantian Kepala Madrasah.

    Download Formulir A09

    Formulir A10 (Formulir Pengajuan Jabatan Pengawas Madrasah)


    Formulir A10 atau Formulir Pengajuan Jabatan Pengawas Madrasah adalah formulir yang dipergunakan oleh PTK (yeng telah memiliki akun Simpatika) yang diangkat menjadi Pengawas Madrasah.

    Perubahan status PTK menjadi Pengawas Madrasah hanya bisa dilakukan oleh Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota.

    Karena itu, PTK yang mendapat tugas baru sebagai Pengawas Madrasah, mengisi Formulir A10 kemudian menyerahkannya kepada Admin Simpatika di tingkat kabupaten/Kota. Oleh Admin Kabupaten/Kota, A10 diisikan ke sistem Simpatika.

    Download Formulir A10

    Itulah kelima jenis formulir dalam layanan Simpatika yang bisa dipergunakan oleh PTK untuk mendaftar jabatan dan fungsi tertentu.
    Read more

    Thursday, February 4, 2016

    Bagi Madrasah yang Menggunakan K-13 Saat Set Kurikulum

    Bagi madrasah yang telah menyelenggarakan kurikulum K-13 atau kurtilas akan sedikit mendapat kendala saat melakukan setting kurikulum sebelum mengisi Jadwal Mengajar Mingguan.

    Saat memilih jenis kurikulum yang dipergunakan, yang tersedia hanyalah Kurikulum KTSP. Muncul peringatan yang kira-kira berbunyi; "Kelola Kurikulum gagal di set. Sekolah di lingkungan Kemenag hanya bisa menggunakan Kurikulum KTSP".

    Tak urung kasus ini membuat pusing beberapa Opearator Madrasah dan Kepala Madrasah. Di beberapa kelas, madrasah tersebut telah menggunakan Kurikulum 2013 (K-13), namun pilihan untuk kurikulum tersebut tidak tersedia.

    Kurikulum 2013 di Simpatika


    Padahal tanpa men-set kurikulum, Operator Madrasah dan Kepala Sekolah tidak akan bisa mengisi Jadwal mengajar Mingguan. Akibatnya, guru di madrasah tersebut terancam tidak terisi riwayat mengajarnya untuk semester ini.

    Bagi Kepala Madrasah pun berat. Karena bisa jadi akan menghambat proses pengaktifan diri dan cetak Kartu Simpatika Kepala Madrasah.

    Waduh.

    Lalu apa solusinya?

    Solusi Bagi Madrasah Pengguna Kurikulum 2013


    Simak juga: UPDATE TERBARU TERKAIT PENGGUNAAN K13 di bagian bawah artikel ini

    Terkait dengan permasalahan Kurikulum K-13, madrasah dimohon untuk menunggu sebentar. Admin Simpatika Pusat bersama Ditjen Pendidikan Islam tengah mengidentifikasi nama-nama madrasah yang tahun ini telah menyelenggarakan kurtilas.

    Tim Simpatika Pusat akan membuat format identifikasi nama-nama madrasah penyelenggara Kurikulum 2013, di mana format tersebut akan diedarkan ke setiap Kanwil se Indonesia. Dari daftar identifikasi tersebut, Tim Teknis akan masukkan data madrasah penyelenggara Kurikulum K-13 ke dalam sistem Simpatika.

    Ribet, nggih?

    Gampangnya seperti ini.

    Madrasah yang merasa menggunakan kurtilas sebagai kurikulumnya hendaknya melaporkan diri ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau ke Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota.

    Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota akan merekap nama-nama madrasah di wilayahnya yang menggunakan Kurtilas. Kemudian melaporkannya ke Kanwil Kemenag.

    Oleh Kanwil Kementerian Agama, daftar tersebut akan diteruskan ke Admin Simpatika di tingkat Pusat.

    Admin Simpatika Pusat akan memasukkan data madrasah penyelenggara Kurtilas tersebut ke dalam sistem. Sehingga madrasah bisa memilih (atau bahkan otomatis, kita tunggu saja) untuk menggunakan K-13 sebagai kurikulumnya.

    Solusinya kok tidak gampang?

    Sebenarnya gampang. Wong tinggal "Lapor dan Tunggu".

    Melaprkan diri ke Penmad Kemenag Kabupaten/Kota masing-masing. Namun tidak gampang melihat proses berjenjangnya mulai dari tingkat kabupaten, Kanwil kemenag, hingga sampai ke Admin Simpatika Pusat.

    Namun semoga saja, dengan kecanggihan teknologi informasi dan kehandalan Tim Teknis Simpatika, kasus terkait penggunaan Kurikulum 2013 ini tidak menjadi kendala yang berlarut-larut. Mumpun kita semua masih tengah semangat-semangatnya ber-Simpatika!

    UPDATE 1 MARET 2016


    Layanan Simpatika baru saja merilis fitur baru pada Admin Simpatika di tingkat Kanwil Kemenag. Nama fiturnya adalah "Daftar Kurikulum Madrasah".

    Melalui fitur ini, Admin Kanwil Kemenag dapat mengelola kurikulum yang digunakan di suatu madrasah, apakah hanya menggunakan KTSP, ataukah Kurtilas (K13).

    Secara default, semua madrasah diset menggunakan kurikulum KTSP. Lewat fitur tersebut Admin Kanwil Kemenag dapat mengubah kurikulum yang digunakan oleh suatu madrasah. Yang semula menggunakan KTSP dapat diubah menjadi Kurikulum 2013. Demikian juga sebaliknya.

    Ini menjadi jawaban bagi madrasah-madrasah yang selama ini telah menggunakan kurikulum K13. Alurnya masih tetap seperti yang diuraikan di bagian atas artikel ini, yaitu:

    1. Madrasah cukup melaporkan diri ke Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota bahwa madrasah tersebut menggunakan K13.
    2. Oleh Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota laporan tersebut diteruskan ke Admin tingkat Kanwil Kemenag.
    3. Admin tingkat Kanwil Kemenag melakukan pengaktifan Kurikulum K13 pada madrasah yang dilaporkan.
    4. Jenis kurikulum K13 aktif. Admin Madrasah dapat menset kurikulum di madrasahnya menggunakan K13.
    Tampilan menu Kurikulum pada madrasah yang telah diaktifkan K13 -nya oleh Admin Simpatika Kanwil.

    Kurikulum K13 Simpatika
    Tampilan pada madrasah dengan K13 yang telah diaktifkan

    Read more

    Wednesday, February 3, 2016

    Jika NRG Tidak Ditemukan Saat Verval NRG

    Sebuah pertanyaan, kenapa saat mengisikan NRG dalam Verval NRG, tiba-tiba muncul notifikasi (pesan) yang berbunyi 'Data NRG Tidak Ditemukan'?

    Dan jika menemui kasus yang semacam itu (NRG Tidak Ditemukan) saat verval NRG di Simpatika, apa yang harus kita lakukan dalam layanan Simpatika periode Semester 2 Tahun pelajaran 2016 ini?

    Padahal guru yang bersangkutan telah bersertifikat pendidik dan benar-benar memiliki NRG (Nomor Registrasi Guru). Berbeda tentunya jika guru tersebut meski telah memiliki sertifikat pendidik namun belum memiliki NRG.

    Jika saat mengajukan verval NRG menemukan pesan bahwa NRG yang dimasukkan tidak ditemukan oleh sistem artinya data NRG pendidik tersebut belum masuk dalam database Pusbangprodik Kemendikbud. Sebagaimana diketahui, database NRG pada sistem layanan Simpatika diambil dari database Pusbangprodik.

    Kalau NRG tersebut tidak terdaftar di Pusbangprodik berarti NRG-nya ilegal, dong?

    Ya, Nomor Registrasi Guru tersebut tidak sah.

    NRG Tidak Ditemukan


    Solusi Bagi NRG yang Tidak Ditemukan


    Bagi yang mendapati kasus NRG tidak ditemukan, jalan satu-satunya adalah melakukan Ajuan NRG Baru.

    Hal ini berlaku juga bagi pendidik yang telah memiliki sertifikat pendidik tetapi belum memiliki NRG. Seperti pada guru yang mendapatkan sertifikat pendidik melalui jalur PPG.

    Agar lebih paham, baca artikel sebelumnya: Syarat dan Jenis Verval NRG di Simpatika 2016

    Untuk dapat melakukan ajuan NRG baru, pendidik tersebut harus telah memiliki NUPTK. Artinya, jika pendidik belum memiliki NUPTK tidak dapat melakukan ajuan NRG baru meskipun telah memiliki sertifikat pendidik.

    Bagaimana cara melakukan Ajuan NRG Baru?

    Tonton video tutorial berikut ini




    Video tersebut merupakan proses pengajuan verval NRG saat verval NRG periode 2015 silam. Meskipun ada sedikit perbedaan tetapi intinya sama.

    Untuk melakukan Ajuan NRG baru seorang pendidik harus:

    1. Login ke layanan Simpatika dengan memilih login sebagai PTK
    Bingung caranya?, baca : Cara Login dan Logut di Simpatika
    2. Pada dasbor PTK, klik aja menu Verval NRG (di bagian pojok kiri bawah)
    3. Klik Ajukan Verval (di bagian tengah).
    4. Muncul kotak 'Verval NRG PTK', pilih Belum di bawah pertanyaan Apakah Anda telah memiliki NRG?
    5. Akan muncul isian terkait dengan 'data sertifikasi' yang meliputi:

    1. Pola Sertifikasi
      1. Pengajuan NRG baru dengan tanggal sertifikasi sampai 2014 hanya bisa memillih jalur PLPG
      2. Pengajuan NRG baru dengan piagam sertifikasi keluaran tahun 2015 hanya bisa memilih jalur PPGJ
      3. Pengajuan NRG baru dengan piagam sertifikasi PPG harus memilih sub jalur seperti pada gambar terlampir dibawah ini
    2. LPTK Penyelenggara Sertifikasi; tulis nama Perguruan Tinggi penyelenggara sertifikasi
    3. Bidang Studi Sertifikasi; Pilih tingkat sekolah dan jenis mapel sesuai sertifikat.
    4. Nomor Sertifikat Pendidik; Isikan nomor sertifikat pendidik
    5. Nomor Peserta / Nomor Induk Mahasiswa; 
    6. Tanggal Sertikat Pendidik
    7. Scan Sertifikat Pendidik; Upload scan Sertifikat Pendidik Asli dengan tipe file gif, png, atau jpeg dan berukuran maksimal 1 MB.
    8. Scan Ijazah terakhir Saat Sertifikasi; Upload scan Ijazah terakhir saat mengikuti sertifikasi dengan tipe file gif, png, atau jpeg dan berukuran maksimal 1 MB.
    6. Cek data benar atau salah
    7. Cetak Surat Ajuan NRG Baru (S26a)

    Ajukan S26a (Surat Ajuan NRG Baru) ke Admin Simpatika tingkat Kab/Kota. Admin Kabupaten/Kota menerbitkan S26c1 (Tanda Terima Ajuan NRG Baru).

    Sampai tahap ini, PTK tinggal memantau di akun Simpatika masing-masing. Karena ajuan tersebut akan diteruskan oleh sistem ke Admin Simpatika di tingkat Kanwil Kemenag dan diajukan untuk penerbitan NRG baru ke Pusbangprodik.

    Jika ajuan disetujui, maka NRG baru akan dimunculkan di akun PTK layanan Simpatika. NRG baru tersebut yang sah dan bisa dipergunakan.

    Kemudian bagaimana dengan NRG yang lama?

    NRG yang lama yang dilabeli dengan 'NRG Tidak Ditemukan' tadi baiknya disimpan saja sebagai kenang-kenangan bahwa selama ini telah memiliki NRG palsu.

    Berbanggalah, karena tidak semua PTK dapat merasakan memiliki NRG palsu!

    Read more